Din: Muhammadiyah Tak Hadiri Sidang Isbat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Jazuli juwaini, Ketua MUI Ma'ruf Amin, Menteri Agama Suryadharma Ali, Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar dan Dirjen Bimas Kementerian Agama Abdul Jamil saat melakukan sidang Isbat bersama berbagai ormas Islam dan Duta Besar negara sahabat Jatuh nya bulan Ramadhan 1433 H di gedung Kementrian Agama, Jakarta, Kamis 19 Juli 2012. Pemerintah menetapkan bulan Ramadhan 1433 jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    (dari kiri) Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Jazuli juwaini, Ketua MUI Ma'ruf Amin, Menteri Agama Suryadharma Ali, Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar dan Dirjen Bimas Kementerian Agama Abdul Jamil saat melakukan sidang Isbat bersama berbagai ormas Islam dan Duta Besar negara sahabat Jatuh nya bulan Ramadhan 1433 H di gedung Kementrian Agama, Jakarta, Kamis 19 Juli 2012. Pemerintah menetapkan bulan Ramadhan 1433 jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan organisasinya tidak akan memenuhi undangan sidang isbat dari Kementerian Agama pada 7 Agustus 2013.

    Menurutnya, hadir dalam sidang adalah sia-sia karena pendapat dari Muhammadiyah tidak akan didengarkan. “Ada politisasi,” kata dia di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Jakarta, Selasa 6 Agustus 2013.

    Din Syamsuddin mengatakan ada tiga alasan Muhammadiyah tidak menghadiri sidang itu. Pertama, Din Syamsuddin menilai Kementerian Agama  selalu mengundang pakar yang hanya memberikan penilaian buruk pada Muhammadiyah.

    Kemudian, sidang isbat akan menimbulkan perdebatan antartokoh yang hadir. Terlebih, sidang ini dihadiri oleh banyak perwakilan organisasi kemasyarakatan. Terakhir, penggunaan metode rukyat atau penghitungan derajat bulan oleh Kementerian Agama tidak sesuai dengan Muhammadiyah yang menggunakan cara penghitungan hilal.

    Secara penghitungan hilal, pada 7 Agustus 2013 akan terjadi konjungsi yang menempatkan bulan, bumi, dan matahari pada garis lurus. Konjungsi ini akan berlangsung sebentar, karena segera disusul kemunculan bulan baru yang menunjukkan berakhirnya Ramadan tahun ini. Muhammadiyah menentukan Lebaran akan jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013.

    Ketidakhadiran Muhammadiah pada sidang isbat, menurut Din Syamsuddin, justru akan memudahkan pengambilan keputusan. Pasalnya, Kementerian Agama  tidak perlu mempertimbangkan pendapat dari Muhammadiyah. Tahun ini menjadi kali ketiga Muhammadiyah tidak menghadiri sidang isbat. “Kalau hadir di sana, hanya jadi pemanis,” kata dia.

    Meski  tidak hadir, Din Syamsuddin mengaku gembira bila antara Muhammadiyah dan pemerintah merayakan Lebaran pada hari yang sama. Majelis Ulama Indonesia juga memprediksi Lebaran akan jatuh pada 8 Agustus 2013, sama seperti Muhammadiyah. Meski demikian, penentuan Lebaran MUI akan tetap melakukan rukyat dan melewati sidang isbat.

    DIAN KURNIATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.