Sabtu, 18 Agustus 2018

Kopilot Garuda Positif Konsumsi Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang supir bus melakukan tes urine di Terminal Pulogadung, Jakarta, (1/8). Tes Urine diadakan untuk memastikan kondisi sopir dan awak bus dalam keadaan fit sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas pada mudik lebaran. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang supir bus melakukan tes urine di Terminal Pulogadung, Jakarta, (1/8). Tes Urine diadakan untuk memastikan kondisi sopir dan awak bus dalam keadaan fit sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas pada mudik lebaran. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Makassar - Munoz Lopes Victor, kopilot maskapai Garuda Indonesia dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Penerbang asal Rusia itu diketahui menggunakan obat terlarang setelah Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan serta Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat menggelar tes urine di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Senin, 5 Agustus 2013.

    Kata juru bicara Polda Sulselbar, Komisaris Besar Endi Sutendi, Victor sudah ditahan untuk pemeriksaan oleh petugas kesehatan bandara. "Jenis obat yang ia konsumsi belum jelas. Tetapi hasil urine menunjukkan positif narkoba," kata Endi.

    Victor menjalani tes urine bersama puluhan 10 kopilot dan 10 pilot dari enam maskapai. Uji air kencing ini merupakan rangkaian pengamanan Lebaran. Tak hanya di bandara, kepolisian juga menggelar kegiatan serupa di pelabuhan dan terminal bus. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel, Komisaris Besar Richard M. Nainggolan, Victor berada di Makassar karena akan melakukan penerbangan ke Kendari.

    Kata Vice President PT Garuda Indonesia Area Indonesia Timur, Rosyinah, perusahaan sudah mengambil tindakan tegas kepada Victor. Yakni pemecatan. "Sudah langsung kami ganti. Peraturan perusahaan kami berlakukan secara tegas," kata Rosyinah.

    Berdasarkan informasi dari karyawan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Victor baru sebatas terindikasi pernah mengonsumsi narkoba. Meski begitu, perusahaan tetap tidak memberikan toleransi. "Biar baru terindikasi, perusahaan tidak akan memberi perlindungan hukum. Kontrak langsung terputus," ujarnya.

    Selama ini, Garuda Indonesia melakukan kerja sama dengan perusahaan asing untuk kebutuhan pilot dan kopilot. Dan tiap enam bulan sekali, awak kapal itu diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai persyaratan untuk kelayakan terbang. Tak terkecuali bagi Victor.

    IRFAN ABDUL GANI | JUMADI

    BeritaTerhangat: Bom Vihara Ekayana | Mudik Lebaran | Ahok vs Lulung | Capres 2014
    Berita Lain:
    Djoko Suyanto: Bom Vihara Rusak Kesucian Ramadan

    Ini Jumlah Pemudik per H-4 Lebaran

    Beragan Beri, Beraneka Manfaat

    Strategi Jokowi Menekan Pendatang ke Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.