Anjing Pelacak Turut Amankan Mudik di Merak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bergantian saat akan memasuki kapal di pelabuhan Merak, Banten  (3/8).TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pemudik bergantian saat akan memasuki kapal di pelabuhan Merak, Banten (3/8).TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Cilegon - Untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan di area Pelabuhan Merak, Kepolisian Daerah Banten menerjunkan satuan unit anjing pelacak. Anjing tersebut disiagakan untuk menyisir sejumlah kendaraan pribadi para pemudik yang hendak masuk ke kapal Ro-ro di Dermaga Pelabuhan Merak dan Gang Way atau jembatan orang dan di sekitar area parkir kendaraan Pelabuhan Merak. "Satuan anjing pelacak diterjunkan sejak H-7 hingga H+7 untuk mengantisipasi adanya ancaman teror dan narkoba," kata pawang anjing pelacak Polda Banten, Bribda Iqbal Abdillah, Minggu, 4 Agustus 2013.

    Menurut dia, anjing pelacak tersebut ditugaskan dua kali dalam sehari, yakni pada malam dan siang hari. Iqbal mengatakan anjing tersebut khusus untuk mendeteksi barang berjenis hulu ledak seperti bom. "Kita hanya menyisir di kawasan Gang Way dan area parkir pelabuhan. Bila ada barang yang mencurigakan sejenis bom, anjing pelacak akan duduk berdiam diri tak bergerak. Namun, kalau menemukan barang sejenis narkotik, dia akan menggonggong," katanya.

    Kepala Kepolisian Daerah Banten, Brigadir Jenderal Eddy Sumantri, meminta agar pengamanan di kawasan pelabuhan diperketat. "Kami akan tambah personel untuk melakukan pengamanan. Kemudian pastikan jalurnya aman. Bedakan antara jalur lambat dan cepat," kata Eddy saat memantau pelabuhan.

    Menurut dia, semua aparat keamanan perlu meningkatkan kewaspadaan karena padatnya pemudik berpotensi terjadi tindak kejahatan. "Syukur alhamdulillah, sampai dengan saat ini, tidak ada hambatan. Cuaca baik, bongkar-muat bagus sesuai dengan target. Kami berharap semuanya lancar sampai dengan batas waktu yang ditentukan," katanya.

    Sementara itu, juru bicara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario Sardadi, mengatakan, untuk mengetahui jumlah kendaraan yang diperkirakan akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak, pihaknya telah memasang alat pemantau di tol Cikupa, Tangerang. Alat tersebut dipasang agar pihaknya mudah untuk melakukan antisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Merak. "Dengan terpantaunya arus lalu lintas dari tol Tangerang, kami dapat memperkirakan kendaraan, sehingga kita dapat mengambil langkah-langkah antisipatif," kata Mario.

    WASIUL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.