Rabu, 14 November 2018

Tuntut THR, Buruh Rokok Kediri Demo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tunjangan Hari Raya. TEMPO/Dinul Mubarok

    Tunjangan Hari Raya. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Kediri - Sedikitnya 500 buruh perusahaan rokok Tajimas di Pranggang, Kabupaten Kediri, berunjuk rasa. Mereka menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini tak kunjung diberikan. Selain meninggalkan pekerjaan mereka, para pekerja yang berasal dari seluruh divisi, mulai buruh linting, personalia, hingga tenaga keamanan, ini melakukan orasi di halaman pabrik, Jumat, 2 Agustus 2013.

    Yunita, salah satu buruh pabrik yang berunjuk rasa, mengatakan perusahaan rokok Tajimas tak membayarkan THR kepada seluruh karyawan pada tahun ini. Hal itu tentu membuat para pekerja resah karena sangat berharap uang tersebut untuk berlebaran. Tanpa alasan yang jelas, manajemen hanya mengatakan tak akan memberikan pembayaran THR kepada karyawan. Mereka berdalih tengah dilanda kesulitan keuangan, sehingga tak bisa melaksanakan kewajiban tersebut.

    Setelah cukup lama berorasi dan duduk-duduk di depan pabrik, para pekerja tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam kantor. Mereka mencari pemimpin perusahaan yang dianggap tak bertanggung jawab atas penghentian THR ini. Sempat terjadi kericuhan saat para buruh memaksa masuk dan menggeledah satu per satu ruang kerja direksi.

    Tak ingin menimbulkan keributan, manajemen mengirimkan salah satu wakilnya untuk menemui pengunjuk rasa. Perusahaan berjanji akan memberikan pembayaran tersebut dengan cara dicicil hingga tahun 2014 mendatang. "Kami akan mencari dana dulu, tidak mungkin sehari dapat," kata Richard, perwakilan perusahaan.

    Dia tidak merinci berapa besar kebutuhan pembayaran THR untuk lebih dari 500 pekerja itu. Yang jelas, perusahaan akan membayar setengahnya dulu, dan akan menyelesaikan sisanya pada tahun depan.

    HARI TRI WASONO


  • THR
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.