Jenderal Djoko Bantah Setor Rp 4 M ke Nazaruddin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irjen Pol. Djoko Susilo. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Irjen Pol. Djoko Susilo. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Djoko Susilo membantah pernah menyuruh bawahannya untuk menyetor sejumlah duit kepada M. Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat. "Tidak pernah," katanya menjawab pertanyaan jaksa, saat menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin.

    Sebelumnya, Ketua Panitia Proyek Simulator Kemudi, AKBP Teddy Rusmawan, mengaku pernah diperintahkan Djoko untuk memberikan empat kardus berisi uang Rp 4 miliar kepada anggota Badan Anggaran DPR di Plaza Senayan, Jakarta. Menurut Teddy, uang itu dikoordinir oleh M. Nazaruddin.

    Perihal uang itu juga pernah dikatakan Wasis Tri Pambudi, yang saat itu masih menjadi ajudan Djoko. Kepada penyidik KPK, dia mengatakan pernah membawa kardus bersama Teddy Rusmawan ke Plaza Senayan. Namun, di depan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Wasis mengaku bahwa keterangannya itu hanya karangan belaka.

    NUR ALFIYAH


    Topik terhangat:

    Ahok vs Lulung
    | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

    Berita lainnya:
    Ahok Hadapi Preman, Prabowo Pasang Badan
    Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011

    Penerobos Portal Busway Bukan Anak Jenderal

    Nazaruddin Janji Ungkap Kasus yang Lebih Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.