Tuntutan Terdakwa Cebongan Dinilai Terlalu Ringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serda Ucok Tigor Simbolon (kanan), eksekutor penyerbuan Lapas Cebongan dan terdakwa Serda Sugeng Sumaryanto (tengah) dan Koptu Kodik mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Yogyakarta (20/6/2013).  TEMPO/Suryo Wibowo.

    Serda Ucok Tigor Simbolon (kanan), eksekutor penyerbuan Lapas Cebongan dan terdakwa Serda Sugeng Sumaryanto (tengah) dan Koptu Kodik mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Yogyakarta (20/6/2013). TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alvon Kurnia Palma mempermasalahkan tuntutan untuk para terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II, Cebongan, Sleman. Tuntutan 8-12 tahun bagi tiga terdakwa kasus itu dianggap terlalu ringan. Pasalnya, para terdakwa telah melakukan pembunuhan berencana.

    "Pembunuhan berencana sanksinya paling tinggi seumur hidup atau hukuman mati," kata Alvon ketika dihubungi Rabu, 31 Juli 2013. Rendahnya tuntutan itu, lanjutnya, bisa menimbulkan rasa ketidakadilan di pihak korban.

    Direktur Program Imparsial, Al Araf, sudah memprediksi bila sanksi yang diberikan kepada terdakwa kasus Cebongan bakal ringan. Sebab, menurut dia, peradilan militer Indonesia tidak menerapkan prinsip fair trial atau pengadilan yang adil. "Ini bisa menjadi preseden buruk ke depannya," ucapnya.

    Sebelumnya, oditur di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta menuntut tiga terdakwa dalam kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Sleman (LP Cebongan). Tuntutan tertinggi ditujukan kepada Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon, eksekutor penembak mati empat tahanan itu, yang dituntut hukuman penjara selama 12 tahun. Selain Ucok, Sersan Dua Sugeng Sumaryanto dituntut 10 tahun. Sedangkan Kopral Satu Kodik dituntut dengan 8 tahun penjara. Mereka juga diminta supaya dipecat dari dinas kemiliteran. Mereka dianggap telah melakukan pembunuhan berencana dan tidak menaati perintah atasan.

    SUNDARI


    Terpopuler:

    Joe Taslim Pindah Agama Demi Cinta

    Berseteru dengan Ahok, Haji Lulung Pergi Umrah

    Bang Ucu: PKL Bongkar Sendiri atau Saya Bakar

    Briptu Rani Resmi Dipecat Polda Jawa Timur

    SBY ke Lumajang, Dukun Semeru Dikerahkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.