Penerbit Buku Porno Sembunyikan Identitas Penulis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas menunjukkan Buku pelajaran sekolah dasar bermuatan materi porno yang beredar di Kota Bogor (10/7). Tempo/Sidik Permana

    Seorang petugas menunjukkan Buku pelajaran sekolah dasar bermuatan materi porno yang beredar di Kota Bogor (10/7). Tempo/Sidik Permana

    TEMPO.CO, Jakarta - Penerbit buku pelajaran sekolah yang dianggap porno sampai sekarang masih menyembunyikan identitas lengkap para penulis buku yang kini bermasalah itu. Penerbit buku ini, CV Graphia Buana, menolak membuka identitas dan latar belakang mereka.

    “Mereka sudah minta maaf,” kata Dede Syamsul Anwar, juru bicara CV Graphia Buana, kepada Tempo, pertengahan Juli 2013 lalu. Menurut Dede, dengan permintaan maaf itu, maka kasus ini tak perlu diperpanjang lagi.

    Buku pelajaran yang dianggap porno terbitan penerbit ini adalah buku Bahasa Indonesia berjudul Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia. Buku pelajaran untuk siswa kelas VI sekolah dasar ini berisi satu cerita pendek berjudul "Anak Gembala dan Induk Serigala". Cerita ini dinilai tak pantas untuk siswa kelas VI SD karena memuat cerita mengenai hubungan seksual yang terlampau eksplisit.

    Adapun dari salinan buku yang diperoleh Tempo, diperoleh informasi bahwa kedua penulis buku yang bermasalah ini adalah Ade Khusnul dan M. Nur Arifin. Adapun editor buku ini adalah Asep Setiawan. Tidak jelas apa latar belakang pendidikan dan kompetensi ketiga penulis dan penyunting ini sehingga dinilai layak menyusun buku pelajaran untuk siswa sekolah.

    CV Graphia Buana selaku penerbit adalah satu-satunya pihak yang berhubungan langsung dengan kedua penulis itu. Namun, mereka menolak memberikan akses pada pers untuk menghubungi Ade, Arifin dan Asep.

    “Kedua penulis itu sudah membuat surat pernyataan tertulis berisi permintaan maaf. Buku juga sudah ditarik. Jadi, buat apa diperpanjang?” kata juru bicara penerbit buku, Dede Syamsul Anwar.

    Ketika dihubungi Tempo, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan bahwa buku pelajaran porno yang beredar di Bogor ini tidak lolos seleksi di Badan Standardisasi Nasional Pendidikan.

    Selama ini, memang ada celah bagi buku-buku yang tak lolos seleksi untuk langsung masuk ke sekolah melalui kerja sama antara pihak penerbit dan guru. “Ini memang bikin runyam,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud Ramon Mahondas, Senin, 22 Juli 2013 lalu.

    SIDIK PERMANA

    Topik Terhangat:
    Gempuran Buku Porno
    |
    Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Bursa Capres 2014

    Berita Terkait:
    Dugaan Keterlibatan Hakim Diusut dalam Kasus Mario

    KPK Akui Kubu Hotma Ngga Sreg Ada Penggeledahan
    Sidang MA Terbuka, DPR: Bohong!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.