Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kurikulum 2013, Anak Papua Punya Cerita  

Editor

Bobby Chandra

image-gnews
Anak-anak sekolah dasar mengikuti pelajaran dengan perlengkapan sekolah seadanya di Wondama, Papua Barat. TEMPO/ Arie Basuki
Anak-anak sekolah dasar mengikuti pelajaran dengan perlengkapan sekolah seadanya di Wondama, Papua Barat. TEMPO/ Arie Basuki
Iklan

TEMPO.CO, Lanny Jaya - Nisman merapikan seragam putih-biru di hadapannya. Baju itu berwarna putih bersih dan masih kentara lipatannya. “Baru beli hari ini,” kata Nisman, siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Lanny Jaya, Papua, dengan riang, kepada Tempo, Sabtu pagi, dua pekan lalu. SMP Lanny Jaya merupakan salah satu SMP di kabupaten di kawasan puncak Pegunungan Jayawijaya, Papua.

Bocah 13 tahun itu bercerita bahwa ibu gurunyalah yang membelikan pakaiannya. Dan, ayah Nisman pun tak perlu repot merogoh kocek Rp 250 ribu untuk menebus kegembiraan itu. Semua gratis, termasuk sepatu bermerek Specs berkelir hitam yang ia kenakan.

Namun hari itu keceriaan bukan hanya milik Nisman. Di puncak Lanny Jaya, pada Sabtu pagi itu, tampak ribuan anak juga memakai seragam baru. Mulai bocah mungil taman kanak-kanak hingga siswa-siswi sekolah menengah. Tapi, tentu saja, pemberian baju dan sepatu gratis dari guru mereka tersebut bukan tanpa maksud. Ribuan murid dari setiap sudut Lanny Jaya dikerahkan untuk menyambut tetamu spesial dari Jakarta.

Mereka berbaris di sepanjang jalan sejak dari landasan Bandar Udara Tiom hingga lapangan upacara, yang terletak persis di bawah bangunan kantor Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom. Sambil melambai-lambaikan bendera merah-putih, murid-murid itu menyambut kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

*****

Lanny Jaya, yang juga nama distrik di kabupaten itu, hanya sekumpulan bukit yang tanahnya seperti baru diratakan. Di puncak tertinggi kabupaten berpenduduk 89 ribu jiwa ini berdiri antara lain kantor bupati, kepolisian sektor, dan perwakilan Tentara Nasional Indonesia. Sisanya honai—rumah adat Papua—yang tersebar di beberapa titik, termasuk di bukit-bukit.

Butuh 20 menit dari Wamena atau satu jam dari Jayapura dengan pesawat carteran menuju Tiom, ibu kota Lanny Jaya. Jalan-jalan belum beraspal, kecuali landasan Bandara Timo dan jalan di depan kantor Bupati. “Jalan ini baru diratakan sebulan lalu, mungkin karena Pak Menteri mau datang,” ujar seorang aparat keamanan, berseloroh.

Di lokasi terpencil dan jauh dari modernisasi inilah Menteri Nuh menjadikan Lanny Jaya sebagai lokasi puncak peresmian kurikulum baru, yang serentak berlaku di 6.326 sekolah di seantero Tanah Air. Meski kawasannya masih terbelit kemiskinan, menurut Nuh, SMP Lanny Jaya dianggap bisa menerapkan kurikulum 2013, antara lain karena dekat dengan bandara.

Menteri Nuh mengatakan sekarang itu semangatnya adalah membangun di pegunungan karena di tempat ini paling banyak orang miskin. ”Yang terisolasi itu penduduk di pegunungan. Kami ingin menjadikan Lanny Jaya sebagai magnet bagi daerah lain untuk kemajuan pendidikan Papua yang selama ini masih tertinggal,” katanya.

Menurut Nuh, alasan klasik tertinggalnya kualitas pendidikan di kawasan terpencil di Papua, seperti Lanny Jaya, adalah anggaran yang minim dan keterbatasan guru. Dia berjanji mengucurkan dana bantuan siswa miskin sebesar Rp 108 miliar kepada Lanny Jaya. Dana ini untuk sekitar 19 ribu murid di semua jenjang, dari tingkat SD sampai SMA.

Soal ketersediaan pengajar, kata Nuh, Kementerian Pendidikan akan menempatkan 3.000 guru dari 8.000 pendaftar untuk mengajar di daerah terpencil. Untuk Lanny Jaya, Nuh bakal menyediakan guru dari Toraja, Sulawesi Selatan, sesuai dengan permintaan bupatinya. “Kenapa? Simpel saja, karena guru dari Toraja terbiasa dengan babi,” ucap dia.

*****

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Cerita soal sekolah yang sepi karena ketiadaan guru memang acap kali membikin Nisman resah. Guru mereka tinggal di Distrik Pirime, sekitar dua jam berkendara menuju Lanny Jaya. Biasanya Nisman cs, yang tiba di sekolah pukul 07.30, mesti menunggu guru hingga dua jam untuk bisa belajar bersama. Bahkan gurunya tak jarang alpa mengajar tanpa alasan yang jelas.

Seorang aparat keamanan mengatakan kebanyakan guru didatangkan dari Pirime. Kekurangan guru ini, kata dia, membuat sekolah terkadang sepi. ”Saya pernah jadi guru dadakan,” kata perwira menengah yang enggan menyebutkan identitasnya itu sambil tersenyum.

Kendala geografis menjadi salah satu tantangan bagi guru di sana. Daerah ini cukup terisolasi dari kabupaten terdekat, Wamena. Dari Wamena menuju Lanny Jaya bisa dilalui lewat jalur darat dan udara. Tak ada angkutan umum. Melalui udara, mereka harus menyewa pesawat Trigana atau Susi Air berkapasitas 10 penumpang dengan waktu tempuh 15-20 menit saja.

Tentu saja, dengan pendapatan bulanannya, guru tak mungkin menyewa Trigana. Pilihan lainnya adalah lewat darat. Perjalanan darat bisa menggunakan jip atau sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Persoalannya, tak semua orang gembira melewati jalur darat. Musababnya, Tiom merupakan salah satu daerah rawan serangan kelompok separatis.

“Mobil polisi Papua pernah ditembaki oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka),” kata Andre Kirwel, warga asli Papua yang menjadi kontributor stasiun televisi swasta di Jakarta. Meski demikian, Andre menyebutkan daerah ini mulai aman. Sebab, ada ratusan aparat yang berjaga-jaga. Jika pun bertemu dengan anggota OPM, cukup diacuhkan saja.

Dari kejauhan, Tempo melihat sebuah bangunan seperti asrama, yang tinggal beberapa atapnya yang belum terpasang. “Kami sedang membangun sekolah dengan asrama,” kata Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom. Sekolah asrama ini, ujar Befa, untuk menyiasati siswa yang rumahnya jauh dari pusat Kota Tiom, terutama siswa dari lereng Pegunungan Jayawijaya.

Selain asrama siswa, Bupati Befa berniat membangun perumahan khusus untuk guru, sehingga bisa mengantisipasi guru yang rumahnya jauh dari sekolah. Pemerintah daerah, kata dia, pun memberi insentif lain, berupa honor tambahan untuk membangkitkan minat mengajar di kabupaten yang tahun ini memiliki anggaran Rp 517 miliar itu.

Menteri Nuh harus segera kembali ke Wamena pada Sabtu menjelang petang itu. Ia meninggalkan harapan bagi Nisman dan kawan-kawan. Dari sekian janji Pak Menteri, Nisman paling bersemangat soal tambahan guru baru, sehingga tak ada lagi guru yang alpa mengajar. Sebab, cita-citanya hanya dua, “Saya ingin cepat lulus dan menjadi pendeta.”

FEBRIANA FIRDAUS | BC

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Surat Terbuka Nirwan Dewanto kepada Kurator Panduan Rekomendasi Buku Sastra

54 hari lalu

Nirwan Dewanto, di Palmerah, Jakarta, 31 Desember 2022. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Surat Terbuka Nirwan Dewanto kepada Kurator Panduan Rekomendasi Buku Sastra

Sastrawan Nirwan Dewanto mengirim surat terbuka menyampaikan sikap kritis terhadap Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra.


Mengenal IHA, Badan Baru yang Diluncurkan Kemendikbudristek

18 Mei 2024

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim saat menghadiri agenda perilisan Peraturan Mendikbudristek tentang Kurikulum pada Jenjang PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, di Gedung Kemdikbud, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Maret 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Mengenal IHA, Badan Baru yang Diluncurkan Kemendikbudristek

Dilansir dari laman Kemendikbudristek, salah satu langkah pertama yang telah dilakukan IHA adalah memperbarui Museum Song Terus di Pacitan, Jawa Timur


Jawab Permendikbud yang Baru, Kepala Pusdiklat Kwarnas: Pembinaan Pramuka Tetap Kuat

3 April 2024

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Gedung Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta, 15 Juni 2016. Sebanyak 11 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. TEMPO/Dian Triyuli Handoko
Jawab Permendikbud yang Baru, Kepala Pusdiklat Kwarnas: Pembinaan Pramuka Tetap Kuat

Penilaian ini berbeda dari pernyataan sikap Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka periode 2018-2023, Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo.


Ketua Kwarda Ini Setuju Pramuka Tidak Wajib di Sekolah, Kenapa?

1 April 2024

Ilustrasi Pramuka. Getty Images
Ketua Kwarda Ini Setuju Pramuka Tidak Wajib di Sekolah, Kenapa?

Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan pun dianggapnya rancu dengan Pendidikan Karakter Profil Pelajar Pancasila.


Peraturan Baru Menteri Nadiem Soal Pramuka, Kemendikbudristek Tegaskan Ini

1 April 2024

Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja Gerakan Pramuka di Cibubur, Kamis, 31 Maret 2022. Istimewa
Peraturan Baru Menteri Nadiem Soal Pramuka, Kemendikbudristek Tegaskan Ini

Penjelasan menyusul hangatnya perbincangan mengenai Pramuka beberapa hari belakangan menyusul terbitnya Peraturan Mendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.


Apa Arti P5 dalam Kurikulum Merdeka? Ini Tujuan, Prinsip, dan Manfaatnya

22 Agustus 2023

Suasana ruang kelas di Jakarta pada Selasa (21 Maret 2023). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah membuka pendaftaran bagi satuan pendidikan yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2023-2024. (ANTARA/HO-Kemendikbudristek)
Apa Arti P5 dalam Kurikulum Merdeka? Ini Tujuan, Prinsip, dan Manfaatnya

Apa itu P5 dalam Kurikulum Merdeka?


Membedah Struktur Kurikulum Merdeka Tingkat SMA Sederajat

6 Agustus 2023

Suasana ruang kelas di Jakarta pada Selasa (21 Maret 2023). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah membuka pendaftaran bagi satuan pendidikan yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2023-2024. (ANTARA/HO-Kemendikbudristek)
Membedah Struktur Kurikulum Merdeka Tingkat SMA Sederajat

Kurikulum Merdeka dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknoligi pada tahun 2022 sebagai pengganti kurikulum 2013.


Menengok Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah dan Kendalanya

20 Juli 2023

Suasana ruang kelas di Jakarta pada Selasa (21 Maret 2023). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah membuka pendaftaran bagi satuan pendidikan yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2023-2024. (ANTARA/HO-Kemendikbudristek)
Menengok Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah dan Kendalanya

Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah memiliki sejumlah kendala di lapangan. Di antaranya adalah tidak semua guru mau move on.


Rincian Kurikulum Merdeka dan Tujuan Penerapannya

13 Juli 2023

Suasana ruang kelas di Jakarta pada Selasa (21 Maret 2023). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah membuka pendaftaran bagi satuan pendidikan yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2023-2024. (ANTARA/HO-Kemendikbudristek)
Rincian Kurikulum Merdeka dan Tujuan Penerapannya

Kurikulum Merdeka merupakan konsep pembelajaran bertujuan mendalami dan mengembangkan minat serta bakat masing-masing siswa.


Menilik Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013

12 Juli 2023

Suasana ruang kelas di Jakarta pada Selasa (21 Maret 2023). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah membuka pendaftaran bagi satuan pendidikan yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2023-2024. (ANTARA/HO-Kemendikbudristek)
Menilik Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013

Terdapat beberapa perbedaan dari Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013