Rachel Dougall: Saya Dikurung Seperti Binatang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Dougall. Dailymail.co.uk

    Rachel Dougall. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO , London:Bekas Narapidana kasus narkotika dan obat berbahaya, Rachel Dougall menceritakan pengalamannya selama ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali kepada publik Inggris pada 27 Juli 2013. Kehidupan Dougall, yang merupakan satu dari 286 tahanan kulit putih di Kerobokan kala itu, kata dia, menyedihkan selama berada di balik jeruji besi.

    “Sebagian besar perempuan di sana (Kerobokan), memakai obat-obatan hampir setiap hari,” kata Dougaal seperti dikutip dari Dailymail. “Jika Anda punya uang, penjaga akan memberikan apa pun yang Anda inginkan. Narapidana di penjara pria bahkan dapat membayar pelacur untuk kunjungan semalam ke selnya.”

    Dougall menjalani hukuman penjara satu tahun di Lembaga Permasyarakatan Kerobokan Bali. Warga negara Inggris ini kembali menghirup udara segar bulan Mei 2013. Dougall dipenjara dalam kasus penyelundupan kokain senilai £ 1,600,000 atau sekitar Rp 25 Miliar. Akhir pekan lalu merupakan kali pertama dia bicara kepada pulik setelah dideportasi ke Inggris.

    Saat dalam penjara, Dougall mengaku sering menerima pukulan dan tendangan dari teman satu selnya. Meringkuk di lantai tikar yang tipis, ibu satu anak ini tidak dapat berbuat banyak selain menutup mukanya untuk melindungi dari siksaan semacam itu.

    Dougall yang berusia 40 tahun mengaku sempat mengalami gangguan mental setelah dikurung dengan pecandu narkoba, tahanan HIV-positif dan juga lesbian yang agresif secara seksual. “Karena aku menolak, dia (lesbian itu) memaksa saya berdandan dan menari seperti seorang penari telanjang,” kata dia. “Sementara wanita lain tertawa dan mendorong-dorong tubuh saya. Aku merasa terhina."

    Dia mengaku hidupnya hancur dan bahkan mengklaim hidupnya dalam ketakutan setelah menerima ancaman kematian dari tahanan wanita lain. “Aku harus melakukan apa yang diminta agar bisa tetap hidup,” dia mengatakan. “Aku sangat sedih mengubur keinginan untuk dapat menetap di Bali. Saya sangat mencintai Bali, namun karena kasus ini, saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di sana lagi.”

    Kehidupan di Hotel K begitu mengerikan baginya. Bahkan Dougall sempat terpikir bunuh diri karena tidak kuat dengan tekanan dalam penjara. Selama di tahanan itu, Dougall kudisan. Dia bahkan mengaku hampir meninggal karena pneumonia. Dia butuh waktu sepekan dirawat di rumah sakit. Media Inggris pun menyebut Lapas Kerobokan Bali atau “Hotel K” sebagai penjara kumuh atau jorok.

    Sampai saat ini Dougall menyatakan dirinya tak bersalah. “Mereka berbohong dan mengurung saya seperti binatang,"  kata Dougall tanpa menjelaskan siapa mereka yang dia maksudkan. Dougall juga menyebut Indonesia munafik karena siap menembak mati tahanan narkoba, namun memungkinkan zat seperti shabu dan kokain bebas beredar dalam sistem penjara.  (Baca: Rachel Dougall Ungkap Kesadisan Kerobokan Bali)

    DAILYMAIL | ANINDYA LEGIA PUTRI

    Topik Terhangat
    Gempuran Buku Porno|
    Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Bursa Capres 2014

    Berita Terkait
    Dugaan Keterlibatan Hakim Diusut dalam Kasus Mario

    Keponakan Hotma Sudah 10 Tahun Jadi Advokat

    Hasil Geledah Kantor Hotma Sitompul, Ini Kata KPK

    KPK Akui Kubu Hotma Ngga Sreg Ada Penggeledahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.