Rabu, 19 September 2018

Celaka Akibat Jalan Rusak, Menteri Digugat Rp 10 M  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    Ilustrasi. personalinjuryweekly.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Arik S Wartono, warga Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menggugat Menteri Pekerjaan Umum senilai Rp 10 miliar. Gugatan ini dilakukan setelah adik Arik menjadi korban kecelakaan parah akibat jalan nasional yang berlubang. Gugatan tersebut kini tengah disidangkan dan masih dalam proses mediasi di Pengadilan Negeri Gresik, Jawa Timur.

    Kecelakaan tunggal itu dialami Adi Sucipto (adik Arik S Wartono) di Jalan Wahiddin, Gresik, Jumat, 29 Maret 2013. "Kecelakaan terjadi akibat jalan berlubang," kata Arik yang mewakili kepentingan adiknya dalam gugatannya itu. Karena itulah, Arik menggugat Menteri Pekerjaan Umum, Gubernur Jawa Timur, dan Bupati Gresik.

    Menurut Arik, kecelakaan ini bermula dari kepergian Adi mengedarai sepeda motor matik Yamaha Mio dengan nomor polisi W 6705 MB. Keluar rumah sekitar pukul 17.00 WIB, Adi hendak memberi makan lele yang ada dalam kolam di belakang rumahnya di Banjarsari. Baru 15 menit meninggalkan rumah, Adi mengalami kecelakaan.

    Akibat kecelakaan itu, Adi mengalami gegar otak berat. Dia bahkan belum sadarkan diri di rumah sakit ketika kakaknya mengajukan gugatan pada April 2013 lalu. "Gugatan saya baru disidangkan sekitar Mei 2013," katanya. Sampai kini sidang masih berlangsung.

    Dalam gugatannya, Arik meminta ganti kerugian materiil sebesar Rp 47.750.000. Nilai sebesar itu merupakan biaya pengobatan yang harus ditanggung selama adiknya menjalani perawatan di rumah sakit. Selain kerugian materiil, kerugian imateriil yang dirasakan korban serta penggugat nilainya bisa dipersamakan dengan uang senilai Rp 10 miliar. Penggugat menguasakan gugatannya itu kepada Lembaga Advokasi Masyarakat.

    Soal alasan di balik gugatannya, Arik menjelaskan bahwa mereka yang dia gugat merupakan pihak-pihak yang bertanggung-jawab terhadap penyelenggaraan, perawatan dan perbaikan jalan seperti disebutkan dalam Undang-Undang Lalu Lintas. "Ketika ada jalan berlubang dan rusak, seharusnya segera diperbaiki atau minimal diberi tanda sehingga pengguna jalan mengetahui hal ini," katanya.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Berita Terpopuler:
    Rano Karno Akui Berniat Mundur dari Wagub Banten

    Vanny Rosyane: Abang Freddy Budiman Banyak Duit 

    Ini Harga Sewa 'Bilik Asmara' Lapas Cipinang 

    Anggita Sari Berteman dengan Vitalia dan Fathanah

    Bella Saphira Masuk Islam Atas Kemauan Sendiri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.