Selasa, 20 November 2018

Jenderal Penangkap Nazaruddin Juga Calon Kapolri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin (tengah) didampingi Brigjen Polisi Anas Yusuf Direktur Pidana Tertentu Mabes Polri (kiri) dan Kombes Polisi Yurod Saleh Direktur Penyidik KPK (kanan) saat serah terima dari tim penjemput ke KPK di gedung KPK, Jakarta, Sabtu13 Agustus 2011. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Tersangka Kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin (tengah) didampingi Brigjen Polisi Anas Yusuf Direktur Pidana Tertentu Mabes Polri (kiri) dan Kombes Polisi Yurod Saleh Direktur Penyidik KPK (kanan) saat serah terima dari tim penjemput ke KPK di gedung KPK, Jakarta, Sabtu13 Agustus 2011. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Arif Wachjunadi, mengisyaratkan Wakil Kepala Badan Reserse, Inspektur Jenderal Anas Yusuf, juga mendapat undangan untuk melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai syarat untuk menjadi calon Kepala Kepolisian RI.

    "Ya, Anas Yusuf juga dapat jadwal," kata Arif di gedung KPK, Rabu, 24 Juli 2013. Soal nama lain, ia tidak bisa memastikan. Tapi ia membenarkan ada jadwal bagi para calon Kepala Polri untuk melaporkan hartanya. "Hari ini memang ada jadwal, klarifikasi harta kekayaan, juga yang lain. Tapi saya enggak tahu siapa saja."

    Arif sendiri telah menyerahkan laporan harta kekayaan terbarunya kepada Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di KPK hari ini, Rabu, 24 Juli 2013. Arif menyebutkan nilai hartanya tak sampai puluhan miliar rupiah. Arif mengaku ditemui Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Tapi, Arif enggan menyebutkan jumlah harta yang dilaporkannya. "Ada rumah, ada tanah."

    Menurut Arif, ia terakhir melaporkan hartanya saat menjabat Kepala Polda Nusa Tenggara Barat. "Tapi saya tidak ingat jumlahnya," katanya lagi. Soal isu rekening gendut, "Enggak (ada). Nanti masing-masing bertanggung jawab (atas hartanya)."

    Arif mengklaim tak terlalu berambisi menjadi Kepala Polri menggantikan Jenderal Timur Pradopo. "Saya bekerja fokus untuk Bali dulu. Banyak agenda yang harus diamankan. Ada KTT APEC pada Oktober, konferensi Bali Demokrasi Forum pada November, dan konferensi WTO pada Desember."

    Sebelumnya, nama-nama calon Kepala Polisi RI sudah masuk ke kantong direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, baru Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal Anang Iskandar, yang melaporkan kekayaannya. Hari ini, laporan Kapolda Bali Arif menyusul.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Topik Terhangat
    Bayi Kate Middleton
    |
    Front Pembela Islam | Bisnis Yusuf Mansur | Aksi Chelsea di GBK | Daging Sapi Impor

    Berita terkait:
    Dishub Dituding Biarkan Metromini Langgar Aturan
    Satu Korban Metromini Maut Meninggal

    Hamzah Haz Dukung Jokowi Nyapres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.