FPI Merasa Dikesankan Jadi Musuh Warga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) berkonvoi mensosialisasikan pelarangan beredarnya minuman keras, penutupan tempat hiburan malam selama bulan puasa di sepanjang ruas jalan protokol di Makassar  (5/7). TEMPO/Fahmi Ali

    Massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) berkonvoi mensosialisasikan pelarangan beredarnya minuman keras, penutupan tempat hiburan malam selama bulan puasa di sepanjang ruas jalan protokol di Makassar (5/7). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta -- Bentrokan antara warga dengan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) di Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang meluas sampai isu pembubaran FPI sangat disayangkan oleh FPI wilayah Depok.

    Ketua Tanfidzi Dewan Pimpinan Wilayah FPI Depok, Idrus Algadri, meminta media maupun warga tidak membesar-besarkan masalah. Alasannya, kata Algadri, selama ini bukan warga yang bentrok dengan FPI, tapi preman dan oknum backing-an tempat maksiat. "Dari dulu selalu dikatakan bahwa FPI selalu bentrok dengan warga, untuk memberi kesan kalau FPI itu adalah musuh warga," kata Idrus, Sabtu malam, 20 Juli 2013.

    Menurut dia, selama ini FPI bukan bentrok dengan warga. Dia menuding media tidak pernah mengatakan FPI bentrok dengan preman. Padahal, fakta di lapangan yang sering terjadi adalah FPI melawan preman. "Para bandit, backing-an oknum aparat yang selalu mendapat upeti dari lokalisasi kemaksiatan."

    Idrus mengatakan, perkara adanya anggota FPI yang menabrak orang pada peristiwa di kendal itu adalah wilayah hukum. Karena itu, tetap harus diproses secara hukum. "Karena memang tidak ada yang kebal hukum di Republik ini," katanya. Ingat, kata dia, FPI boleh kalah dalam opini tapi kita akan menang di hadapan Allah kelak. "Setelah dunia ini (akhirat) siapa pun tidak bisa berbohong dan membela diri."

    Dia berharap semoga Islam tetap jaya walaupun FPI dihujat, difitnah, dicaci dan dimaki. Bahkan dikatakan teroris sekalipun, tega Idrus, FPI akan tetap berjuang. "Bagi kami 'HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID," katanya.

    Seperti diketahui, pada Kamis, 18 Juli 2013, terjadi bentrok antara FPI dan warga Sukoharjo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sebanyak 25 orang anggota FPI sempat terisolasi di sebuah mesjid untuk menghindari amukan massa.

    ILHAM TIRTA



    Terhangat:
    Bentrok FPI | Bisnis Yusuf Mansyur | Aksi Liverpool di GBK


    Berita Terkait:

    Ansor: Rusuh FPI di Sukorejo Direncanakan

    FPI Pastikan Tak Ada Serangan Balasan

    Aneka Kekerasan ala FPI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.