Musim Mudik, Waspada Angin Kencang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalur Mudik. Tempo/Prima Mulia

    Ilustrasi jalur Mudik. Tempo/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung-- Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kota Bandung, Muhammad Iid, mengatakan, tekanan angin pada arus mudik mendatang, diprediksi semakin mengencang.

    "Di arus mudik nanti, tekanan angin bisa mencapai 38 kilometer per jam, apalagi daerah Jawa Barat bagian selatan" katanya, di kantor BMKG, Jalan Cemara, Bandung. Sabtu, 20 Juli 2013.

    Adapun curah hujan arus mudik nanti, Iid memprediksi, akan adanya kemarau yang disertai hujan, di daerah kota Bandung dan sekitarnya.

    Guna mempercepat proses prediksi curah hujan dan kondisi cuaca lainnya, Iid mengatakan, BMKG akan membuka beberapa posko di beberapa titik arus mudik mendatang. "Seminggu sebelum dan sesudah lebaran, kita dirikan posko di beberapa titik" kata dia. Sementara fasilitas itu, menurut Iid, akan dibangun secepatnya.

    Adapun Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Bandung, Rosdiana, menyadari adanya peningkatan tekanan angin di daerah Jawa Barat bagian selatan. "Maka dari itu, kami menghimbau pada masyarakat, agar tidak menggunakan roda dua ketika mudik, walaupun kami memprediksi jumlah kendaraan roda dua akan meningkat dibanding tahun lalu," ujar dia.

    Untuk kota Bandung sendiri, Rosdiana menambahkan, jalur arus mudik akan ramai dibeberapa titik yaitu, Cibiru, Cimahi sampai Cibeureum.

    Bukan hanya keamanan lalu lintas mudik saja yang disikapi oleh Polrestabes Bandung, melainkan tingkat kriminalitas tahun ini yang diperkirakan meningkat pasca lebaran, meskipun dari tahun ke tahun jumlahnya menurun.

    "Untuk menyikapi hal itu, kami mencoba menambah personil yang berpatroli di kota Bandung," katanya.

    PERSIANA GALIH



    Terhangat:
    Bentrok FPI | Bisnis Yusuf Mansyur | Aksi Liverpool di GBK

    Baca juga:
    Ini Alasan Jokowi Tak Gelar Operasi Yustisi

    Diwawancarai Wartawan, Petugas Kebersihan Dimarahi

    Kenapa Tanjung Priok Macet Total?

    Ahok Tak Mau Gubris Pebisnis Fatmawati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.