Indonesia Terima 4 Pesawat Hibah dari Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) bersama  Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menandatangani nota kesepahaman terkait hibah 4 pesawat Hercules dari Australia di Gedung Kementrian Pertahanan (Kemhan), Jakarta (19/07). TEMPO/Dasril Roszandi

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menandatangani nota kesepahaman terkait hibah 4 pesawat Hercules dari Australia di Gedung Kementrian Pertahanan (Kemhan), Jakarta (19/07). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menandatangani perjanjian hibah pesawat militer pada Jumat, 19 Juli 2013. Sebanyak empat unit pesawat Hercules tipe C 130 dihibahkan oleh pemerintah Australia kepada pemerintah Indonesia.

    "Salah satu pesawat dengan tail number A97-006 saat ini sudah siap dikirim," ujar Purnomo seusai penandatanganan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

    Adapun tiga pesawat lain, masing-masing dengan tail number A97-001, A97-003, serta A97-009, masih akan dilakukan peremajaan sebelum dikirim ke Indonesia. "Ketiga pesawat tersebut setelah diperbaiki rencananya dikirim bertahap mulai Oktober 2013 hingga Desember 2014," kata Purnomo.

    Total biaya yang digunakan untuk perbaikan serta pengiriman sebesar AUS$ 63 juta. Biaya tersebut merupakan harga kontrak antara Kementerian Pertahanan dan kontraktor pemeliharaan yang ditunjuk oleh pemerintah Australia, yaitu Qantas Defence Services (QDS).

    Penandatanganan hibah ini disambut baik oleh pemerintah Australia. "Semoga dengan penandatanganan ini hubungan bilateral kedua negara bisa terjalin lebih baik," ujar Duta Besar Indonesia untuk Australia Greg Moriarty dalam sambutannya.

    Terkait penunjukan QDS sebagai operator pemeliharaan, Greg mengatakan bahwa QDS merupakan salah satu perusahaan yang berpengalaman menangani pesawat Hercules tipe C-130. "QDS juga merupakan satu-satunya perusahaan yang ditunjuk oleh Royal Australia Air Force (RAAF) untuk melakukan perbaikan pesawat jenis tersebut," kata Greg.

    Selain pesawat hibah, kerja sama lanjutan yang akan dilakukan Indonesia dan Australia, antara lain, adalah pembicaraan pembelian pesawat Hercules tipe C-138. "Ada lima pesawat jenis tersebut, tapi masih negosiasi," kata Purnomo. Pihak Kementerian Pertahanan, kata dia, juga akan mengirimkan pilot ke Australia untuk dilatih dalam pengoperasian pesawat tersebut.

    FAIZ NASHRILLAH

    Berita lainnya:
    Bentrok dengan Warga, FPI Dikepung di Masjid
    FPI Berlagak Jagoan, Warga Melawan
    Begini Kronologi Bentrok FPI di Kendal
    7 Bisnis Spektakuler Incaran Yusuf Mansur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.