Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh: Saya Datang dengan Itikad Baik

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono memasang target tak mudah: memberantas korupsi dalam seratus hari. Target yang sungguh berat karena korupsi mengakar hingga ke semua jaring kehidupan. Dengan janji itu Yudhoyono mesti memiliki orang yang tangguh dalam penegakan hukum. Salah satunya adalah jaksa agung. Jabatan 'panas' itu dipercayakan Yudhoyono kepada Abdul Rahman Saleh yang kini menjabat Ketua Muda Bidang Pengawasan Mahkamah Agung. Kehidupan lelaki 63 tahun asal Batang, Jawa Tengah ini penuh warna. Berbagai profesi pernah dijalaninya. Ia pernah menjadi notaris, pengacara, giat di lembaga swadaya masyarakat, juga wartawan. Dan, "saya bintang film." Ia berseloroh dengan Tempo pada sebuah kesempatan. Ia memang pernah membintangi film layar lebar di tahun 1970-an. Selasa (19/10) menjelang tengah malam, Arman, begitu ia akrab dipanggil, menerima Maria Rita Ida Hasugian dan Endri Kurniawati di rumahnya yang sederhana di bilangan Cawang, Jakarta Timur. Petikannya: Kapan diundang ke Cikeas?Baru tadi pagi (19/10) sekitar jam 10.00. Pak Sudi Silalahi yang menelepon ke ponsel dan meminta saya menemui Bapak SBY jam 14.30 Wib. Sebelumnya sudah banyak orang menghubungi saya. Mereka bilang dari tim ini, dari tim itu. Tapi tidak saya tanggapi serius. Sebelumnya ada yang menghubungi Anda?Banyak. Tim-tim itu paling sering telepon ke kantor, tapi paling sering menghubungi melalui pesan pendek (short message services). Itu paling sering sejak 26 September lalu. Apa isi pesan pendeknya?Ya, minta agar saya tidak mematikan ponsel. Mungkin dalam beberapa hari ini akan dipanggil. Yang menghubungi bukan nama terkenal. Dia minta riwayat hidup. Tapi waktu dia minta foto, saya tidak memberikan (tertawa). Apa yang Anda bicarakan dengan Presiden Yudhoyono ketika itu?Kami bertemu empat mata, tak ada staf. Orangnya saya lihat sangat correct, low profile. Waktu saya diminta menandatangani, saya bilang nama saya tidak seperti yang beliau tulis. Nama saya "Abdul Rahman Saleh", bukan "Abdurrahman Saleh." Beliau langsung memanggil stafnya dan meminta agar (ejaan) nama saya diganti. Saya tidak menyangka segera diganti. Berapa lama pertemuan itu?Hampir satu jam. Apa yang dibicarakan?Pada pokoknya menanyakan kesiapan saya jika bergabung dalam tim penegakan hukum untuk memberantas korupsi. SBY bicara tentang penegakan hukum waktu membuka pembicaraan. Dia memberi pengantar sekitar 10 menit. Dia sampaikan keadaan penegakan hukum. Sesudah itu, saya kasih comment. Lalu tanya jawab. Dalam beberapa hal saya setuju karena memang begitu. Misalnya, soal gaji penegak hukum. Saya bilang masalah gaji ini juga berperan merusak para penegak hukum sehingga menyeleweng dalam tugasnya. Tapi, itu bukan satu-satunya. Buktinya penyelewengan terjadi juga meski penegak hukum itu sudah kaya. Ditanya soal strategi memberantas korupsi?Ya. saya bilang, satu harus ada tekad yang kuat, konsisten, menegakkan disiplin, menegakkan hukum, dan menegakkan sanksi. Pak SBY setuju. "Pokoknya saudara percayalah. Saya akan back up Anda." Siap ke kejaksaan. Law Summit 3 menobatkan kejaksaan sebagai lembaga yang paling tidak reformis?Saya tidak mau terbebani oleh pikiran itu. Saya datang dengan itikad baik. Bagaimana dengan tugas di MA yang akan ditinggalkan? Saya sudah diskusi dengan Ketua MA. Selama empat tahun di MA, kami merumuskan masalah MA. Kami petakan, mulai dari manajemen, training, pengawasan, keuangan, pembaruan MA. Semua sudah selesai. Penanggung jawab sudah ada, tim sudah ada, supporting unit sudah ada. Suasana kerja yang baru sudah ada. Artinya sudah cukup bagus. Ketua MA sudah tahu kalau Anda dicalonkan jadi jaksa agung?Saya sudah diskusikan ini kira-kira 26 september lalu di semarang. Kalau sudah bicara dengan Ketua MA berarti sudah punya persiapan?Tidak mempersiapkan secara tertulis. Karena suaranya waktu itu agak santer dan beberapa orang mendekati saya. Jadi, untuk sopan santunnya saya bicara dengan Pak Bagir. Beliau bilang, "ini (rencana pembaruan di MA) terganggu nggak ya?" Semua sudah selesai. Apa yang akan kita kerjakan ke depan, dokumennya sudah jadi. Kita kerjakan dua tahun. Timnya banyak, saya penanggungjawabnya. Apa yang akan pertama kali dilakukan?Panggil seluruh staf, brainstorming saja dulu. Saya akan tanya apa masalahnya, mengapa suara di luar begini (negatif) Apa sebetulnya yang terjadi di dalam. Nanti saya dapat input banyak. Tadi saya baru ketemu seorang Jaksa Agung Muda, namanya. Dia banyak memberikan informasi. Sudah punya peta sebelum masuk ke kejaksaan?Kalau dibilang peta, gimana ya? Pokoknya saya dapat banyak informasi. Saya pikir, bukan hal baru lagi lintas penegak hukum berpindah-pindah. Dulu Ali Said awalnya hakim, jadi jaksa agung, jadi Ketua MA. Oemar Seno Adji tidak pernah jadi hakim seumur hidup, jadi Ketua MA. Pak bagir juga begitu. Dalam penegakan hukum, kepentingan utama dan terutama adalah pencari keadilan, bukan siapa yang mengerjakan. Komisi Yudisial ada baiknya juga diberlakukan untuk kepolisian dan jaksa. SBY bilang itu bisa dipikirkan. Bagaimana dengan kasus Soeharto yang tak jelas penyelesaiannya?Pegangan kita adalah itu hukum sendiri. Hukum membuat persyaratan siapa yang diadili dan siapa yang tidak bisa diadili. Ini tidak bisa ditentukan sendiri oleh para ahli hukum. Kalau ada masalah kesehatan, ada tim dokter. Saya tidak tahu persis kesimpulan akhir dari tim dokter. Kalau menurut saya, kita harus selektif. UU Kejaksaan yang baru dan cukup bagus. Izin berobat ke luar negeri harus dikeluarkan jaksa agung. Kalau misalnya saja saya jadi jaksa agung, saya akan pelit sekali mengeluarkan izin berobat ke luar negeri. Artinya kalau ada orang mau ke luar negeri, Ikatan Dokter harus membuat pernyataan tidak sanggup mengobati orang ini di Indonesia. Jadi, tidak sembarangan dokter praktek di ujung gang, kasih surat keterangan ke luar negeri. Enak banget. Pokoknya harus tim dan reputable. Kita harus selektif juga terhadap SP3. Harus sering diadakan ekspos (gelar perkara). Sehingga tidak gampang keluar SP3. Apakah akan menindaklanjuti kasus besar dengan pelaku yang buron? Kita lihat seluruh perkara. Selama bisa dijangkau secara hukum, akan dipelajari lagi. Masyarakat dewasa juga, dia tahu kita main-main atau serius. Silakan publik menilainya. 100 hari pemberantasan korupsi dibicarakan juga?Ya, dia sebut. Dia menangkap semangat masyarakat yang ingin cepat-cepat. Siap mundur jika dianggap gagal?Itu sangat hipotetical question. Belum apa-apa sudah mikir begitu. Kita mau kumpulkan data-data. Jangan terlalu pesimis. You don't ask me that question, after certain time. Saya tahu daya tahan saya. Anda akan berkoordinasi juga dengan lembaga seperti KPK, KON?Oh, ya. Tadi saya ditelepon Ketua KPK, Taufiqurahman Ruki. Dia berharap, "mudah-mudahan kalau Anda di situ, kita bisa bicara lebih intensif." Bagaimana keluarga Anda menanggapi pencalonan sebagai jaksa agung?Keluarga saya tidak mau turut campur. Kalau saya sudah memilih, mereka hanya memberi dukungan moral. Tadinya mereka bertanya apa tidak lebih tenang jadi hakim.Mengapa Anda memutuskan menerima jabatan itu?Ini tantangan. Apa iya (kejaksaan) tidak bisa dibenahi? Kan simpel persoalannya. Kalau terlibat korupsi, ya sudah tahan, sita sampai perkara diputus. Orang bisa macam-macam karena tidak konsisten.





Gelar Pemilik Mobil Isi Parang Saat Pelantikan Jokowi Palsu

5 November 2019

Gelar Pemilik Mobil Isi Parang Saat Pelantikan Jokowi Palsu

Polisi memastikan tiga gelar akademik milik Irwannur Latubual, pria yang menghebohkan saat pelantikan Jokowi, palsu.


Pemilik Mobil Isi Parang Saat Pelantikan Jokowi Mengaku Keturunan Raja

5 November 2019

Pemilik Mobil Isi Parang Saat Pelantikan Jokowi Mengaku Keturunan Raja

Tersangka pemilik mobil saat pelantikan Presiden Jokowi, Irwannur Latubual, mengatakan dua parang yang ia bawa merupakan peninggalan dari keluarganya.


Komplotan Bom Ketapel Mau Lepaskan Monyet saat Pelantikan Jokowi

22 Oktober 2019

Komplotan Bom Ketapel Mau Lepaskan Monyet saat Pelantikan Jokowi

Kelompok yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi itu telah membeli 8 ekor monyet untuk dilepas di gedung DPR/MPR saat pelantikan berlangsung.


Eggi Sudjana Dibawa Polisi, Tetangga Rumah Mewahnya Protes

22 Oktober 2019

Eggi Sudjana Dibawa Polisi, Tetangga Rumah Mewahnya Protes

Eggi Sudjana terseret kasus upaya penggagalan pelantikan Jokowi karena masuk dalam grup WA komplotan bom ketapel dan sempat diminta menyumbang dana.


Seorang Ibu Biayai Bom Ketapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi

21 Oktober 2019

Seorang Ibu Biayai Bom Ketapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi

Kelompok yang menggunakan peledak berbentuk bola karet dengan ketapel untuk menggagalkan pelantikan Jokowi ini beranggotakan 6 orang.


Usai Dilantik, Dua KEK Batam Tunggu Tanda Tangan Jokowi

21 Oktober 2019

Usai Dilantik, Dua KEK Batam Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Usai dilantik, Pemerintah Kota Batam berharap Jokowi segera menandatangani PP tentang dua KEK di wilayah itu.


Jokowi Dua Periode, PUPR Tetap Fokus Infrastruktur Kerakyatan

21 Oktober 2019

Jokowi Dua Periode, PUPR Tetap Fokus Infrastruktur Kerakyatan

Memasuki periode II kepemimpinan Jokowi, PUPR memastikan bakal tetap memprioritaskan infrastruktur kerakyatan.


Pimpinan KPK Berprasangka Baik terhadap Pidato Pelantikan Jokowi

21 Oktober 2019

Pimpinan KPK Berprasangka Baik terhadap Pidato Pelantikan Jokowi

Mimpi 2045 sejahtera mustahil tercapai bila korupsi berlanjut. Pimpinan KPK menganggap Jokowi punya gambaran di tahun itu Indonesia minim korupsi.


Sehari Usai Pelantikan Jokowi, IHSG Dibuka Menguat

21 Oktober 2019

Sehari Usai Pelantikan Jokowi, IHSG Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menguat pada perdagangan perdana setelah pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin.


Tak Terpengaruh Pelantikan Jokowi, Pasar Obligasi Tunggu Kabinet

21 Oktober 2019

Tak Terpengaruh Pelantikan Jokowi, Pasar Obligasi Tunggu Kabinet

Pelantikan Jokowi - Ma'ruf Amin kemarin diprediksi tak berpengaruh besar pada perdagangan obligasi.