Buku Pelajaran Porno Ditemukan Lagi di NTT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas menunjukkan Buku pelajaran sekolah dasar bermuatan materi porno yang beredar di Kota Bogor (10/7). Tempo/Sidik Permana

    Seorang petugas menunjukkan Buku pelajaran sekolah dasar bermuatan materi porno yang beredar di Kota Bogor (10/7). Tempo/Sidik Permana

    TEMPO.CO, Kupang - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan buku pelajaran Bahasa Indonesia berbau porno di sejumlah sekolah. Buku yang berjudul `Aku Senang Bahasa Indonesia` itu akan segera ditarik dari peredaran.

    "Kami akan tarik dan musnahkan buku-buku yang berbau porno tersebut," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT, Yohanis Mau, kepada Tempo, Senin, 15 Juli 2013.

    Buku itu dinilai porno karena ada kisah mengenai seorang pria yang masuk warung remang-remang untuk mencari kenikmatan seksual. Kisah itu dimuat di halaman 57-60 buku itu. 

    Meski baru ada satu buku yang terindikasi porno, Yohanis akan mengecek seluruh buku siswa yang diedarkan. Dinas Pendidikan, kata dia, juga telah mengeluarkan himbauan kepada sekolah-sekolah dan siswa agar mengantisipasi beredarnya buku berbau porno tersebut. Para orang tua siswa, dihimbau untuk tidak membeli buku mata pelajaran, sebelum mendapat rekomendasi dari sekolah.

    "Kami harapkan buku-buku mata pelajaran siswa tidak dibeli sendiri, tapi atas rekomendasi guru di sekolah," katanya.

    Saat ini, Yohanis mengatakan pihaknya telah menyurati Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota untuk segera menarik buku-buku itu. "Kami sudah surati agar secepatnya buku-buku itu ditarik," katanya.

    YOHANES SEO

    Berita Terpopuler:
    BlackBerry Z10 Kini Dibanderol Rp 990 Ribu

    DPR Sarankan SBY Copot Denny Indrayana

    Perempuan Misterius di Pusaran Kasus Hambalang 

    Gaji Orang Tua, Separuh Lulusan SNMPTN UGM Bohong

    Pemeran Finn Hudson Glee Ditemukan Tewas di Hotel 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.