Wakil Menteri Dituding Muluskan Anggaran Hambalang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Jakarta: Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, disebut terlibat dalam pusaran kasus korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Mantan Direktur Jenderal Anggaran itu diduga berperan memuluskan pengajuan anggaran proyek.

    Berdasarkan penelusuran majalah Tempo dalam edisi yang terbit hari ini, keterlibatan Anny dimulai dari pengajuan kontrak tahun jamak oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram, kepada Kementerian Keuangan pada 28 Juni 2010.

    Wafid menulis konstruksi Hambalang membutuhkan biaya Rp 2,57 triliun. Surat Wafid itu dibalas oleh Direktur Jenderal Anggaran Anny Ratnawati pada 13 Juli. Kementerian Olahraga diminta melengkapi rekomendasi kelayakan kontrak tahun jamak dari Kementerian Pekerjaan Umum.

    Pada 16 November 2010, Wafid meminta dispensasi batas waktu revisi pengajuan anggaran Hambalang. Semestinya revisi diajukan sebelum 15 Oktober. Surat itu tak melampirkan dokumen analisis komponen biaya proyek Hambalang. Pada 22 November, Wafid meminta analisis biaya dari Kementerian Pekerjaan Umum.

    Berlarut-larutnya proses pengajuan anggaran ini telah diantisipasi oleh Wafid. Lima bulan sebelumnya, ia meminta Lisa Lukitawati Isa, pengusaha peralatan olahraga yang menjadi anggota tim perencana Hambalang, mengundang empat orang tamu.

    Keempatnya adalah Direktur PT Methapora Solusi Global Muhammad Arifin, staf pemasaran  PT Adhi Karya Ida Bagus, Arif “Gundul”, dan Widodo Wisnu Sayoko. Dua nama terakhir diyakini memiliki jaringan ke Cikeas. Pada awal Juni 2010, kelima orang ini berkumpul di  Senayan Cafe, Hotel Atlet Century Park.

    Wafid sadar, persetujuan kontrak tahun jamak dari Kementerian Keuangan belum tentu cepat keluar. Ia pun menggunakan jalur belakang. “Itu gampang. Nanti bisa lewat Ani Kecil (Anny Ratnawati),” kata Arif seperti ditirukan sumber Tempo.   

    Arif dan Widodo optimistis persetujuan kontrak bisa lekas turun karena mengenal Sylvia Sholehah alias Ibu Pur. Perempuan paruh baya itu disebut sebagai orang dekat Ibu Negara, Ani Yudhoyono.  

    Anny, ketika dicegat di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu pekan lalu, bungkam ketika ditanyai soal Sylvia. Soal kontrak tahun jamak, dalam sejumlah kesempatan, Anny mengatakan terbitnya persetujuan sudah sesuai dengan prosedur.


    Sabtu pekan lalu, Tempo mendatangi kediaman Sylvia di perumahan Monte Carlo, Pakuan, Bogor. Namun, seorang penjaga mengatakan penghuni rumah jarang pulang. "Kosong, tidak ada orang. Sudah dua hari tidak pulang," kata dia.  

    ANTON SEPTIAN | NUR ALFIYAH | RUSMAN PARAQBUEQ | ANANDA BADUDU | EFRI R

    Berita Terhangat:
    Bara LP Tanjung Gusta
    | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | Tarif Progresif KRL | Bencana Aceh

    Terpopuler
    Kerabat SBY, Abraham: Terlibat Pasti Tersangka

    Khofifah: Kenapa Takut Pada Saya?

    Ini Pidato Lengkap Malala Yousafzai di PBB

    Ini Pesan Khusus Menteri Dahlan untuk Erik Meijer


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H