Kamis, 18 Oktober 2018

Polisi Raja Tilang dari Gresik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Dhoni Setiawan

    ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Sosok polisi ini tak asing lagi bagi kalangan pekerja jalanan Kota Gresik. Dari tukang becak hingga pejabat pemerintahan mengenal Aiptu Jailani. Orang mengenalnya anti-86 alias anti-suap dalam kasus pelanggaran lalu-lintas.

    Aiptu Jailani merupakan petugas lalu lintas Polres Gresik. Dia tersohor tak kompromi menilang pelanggar lalu-lintas. Tak peduli, pelanggar masyarakat umum, anggota TNI, perwira polisi, pengacara, anggota DPRD, bahkan keluarga sendiri. Mereka pernah merasakan ketegasan Jailani.

    Jailani biasa menghadapi
    pelanggar lalu-lintas ngeyel atau tak mau disalahkan. Seorang pegawai penegah hukum pernah ditilang. Dia menawarkan uang damai Rp 50 ribu. Sang pegawai itu bahkan sempat menunjukkan kartu pengenal. Jailani tetap teguh pada pendiriannya: petugas itu tetap bersalah karena melanggarkan rambu lalu lintas.

    "Saya buatkan surat tilang dan langsung saya suruh bayar denda di Bank BRI," kata Aiptu Jailani.

    Dia tak selalu mulus kala menilang. Sebagian pelanggar nekat kabur begitu mengetahui polisi tegas ini yang akan mencegatnya. Hanya saja, Aiptu Jailani pernah memiliki pengalaman menghentikan seorang anggota TNI Angkatan Laut. Sang tentara tak terima diberhentikan di tengah jalan oleh Aiptu Jailani. Dia seorang prajurit dan merasa mempunyai kekebalan hukum.

    Jailani sabar menasehati oknum TNI. Tapi tentara tadi justru ngotot tak bersalah. Begitu akan memfoto pelat nomor kendaraannya, oknum TNI AL langsung kabur sembari meninggalkan temannya di pinggir jalan. Mengetahui pelaku kabur, Jailani terbengong dan membiarkannya.

    Perwira menengah di Polda Jawa Timur pun pernah merasakan ketegasan Jailani. Rumah si perwira berpangkat mayor itu tepat dipinggir jalan di Kota Gresik. Di sepanjang jalan terpasang rambu dilarang parkir. Sementara mobil perwira tadi justru parkir tepat di samping rambu larangan parkir.

    Jailani semula tak tahu jika targetnya adalah perwira menengah di Polda Jawa Timur. Dia lantas menggedor rumah perwira itu dan menyatakan maksud kedatangan sekaligus mengeluarkan surat tilang. Tak terima, si perwira mengancam akan melaporkan ulah Jailani kepada atasannya. “Atasan saya justru mendukung," kata dia.

    DIANANTA PUTRA SUMEDI

    Topik Terhangat:
    Ramadan
    | Bursa Capres 2014| Ribut Kabut Asap| Tarif Progresif KRL| Bencana Aceh

    Terpopuler:
    5 Manfaat Berciuman bagi Kesehatan

    Korupsi Simulator, KPK Periksa Lagi Jenderal Nanan

    Demi Kebersihan, Kini Ada Urinoir dengan Wastafel

    Ini Alasan Kuba Terima Permintaan Suaka Snowden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta Peluru Nyasar dari Pistol Glock 17 yang Menembus Gedung DPR

    Inilah fakta-fakta peluru nyasar, dari Glock 17, yang menembus jendela jendela gedung DPR di lantai 13 dan 16 Gedung DPR pada Senin, 15 Oktober 2018.