Menteri Agama Bantah Dana Sidang Isbat Rp 9 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1432 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta,  (29/8).  ANTARA/Reno Esnir

    Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1432 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, (29/8). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abdul Jamil, membantah pelaksanaan sidang Isbat penentuan 1 Ramadan oleh pemerintah menghabiskan anggaran senilai Rp 9 miliar.

    "Sama sekali tidak benar kalau anggarannya sebesar itu," kata Jamil, saat dihubungi Tempo, Selasa, 9 Juli 2013. Ia mengaku heran jika dikatakan anggaran sidang sebesar itu. "Dari mana sumbernya?" Arab Saudi juga mengawali puasa Rabu, 10 Juli 2013  

    Jamil mengatakan, pengelolaan anggaran untuk sidang Isbat berada di bawah direktorat jenderal yang dipimpinnya. Namun, menurut dia, dana sidang tak sampai miliaran. "Hanya Rp 142 juta saja," ujar dia.

    Ia menjelaskan, dana ratusan juta itu digunakan untuk biaya pemantauan hilal di beberapa titik di Indonesia, biaya konsumsi, dan logistik. Jamil mengaku tak ingat apakah dana itu juga digunakan untuk membiayai transportasi sejumlah organisasi masyarakat yang diundang mengikuti sidang.

    Meski begitu, ia memastikan penggunaan dana bisa dipertanggungjawabkan. Menurut Jamil, dana ini sudah dirancang setahun sebelum pelaksanaan sidang. Audit pun dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat Jenderal Kementerian setiap tahunnya. "Kalau ada penyimpangan, pasti ditelusuri."

    Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, menyebut biaya pelaksanaan sidang Isbat begitu besar, yakni diperkirakan mencapai Rp 9 miliar. Dana sebesar ini dianggap menghamburkan uang rakyat. MUI: Hanya Pemerintah yang Berhak Tetapkan Hilal

    PRIHANDOKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.