Sidang Isbat Penentuan Puasa Digelar Senin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Kementrian Agama Nazaruddin Umar, ketika memberikan keterangan pada jumpa pers terkait kasus dugaan tindak korupsi pengadaan Al-Quran di gedung Kementrian Agama, Jakarta, Jumat (22/6). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Menteri Kementrian Agama Nazaruddin Umar, ketika memberikan keterangan pada jumpa pers terkait kasus dugaan tindak korupsi pengadaan Al-Quran di gedung Kementrian Agama, Jakarta, Jumat (22/6). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah bakal menggelar sidang isbat besok sore pukul 17.00, Senin, 8 Juli 2013. Menurut Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, sidang ini untuk menentukan jadwal awal puasa tahun ini.

    “Umat dihimbau agar sebaiknya mengikuti kesepakatan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia,” kata Nasaruddin ketika melalui pesan pendek, Ahad, 7 Juli 2013.

    Nasaruddin mengatakan penentuan awal puasa tidak bisa dilakukan tanpa ada aturan yang jelas. Kalau tidak melalui hisab, rukyah, atau sains, ucap dia, semua tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia menyesalkan ada jamaah yang sudah menunaikan ibadah puasa hari ini.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang fatwa, Ma'ruf Amin mengatakan ada dua metode yang digunakan untuk menentukan awal puasa dan juga lebaran. Dua metode itu adalah ikmanur rukyat dan wujudul hilal. Dia memprediksi secara ikmanur rukyat, puasa akan diawal hari Rabu sementara wujudul hilal pada Selasa.

    Dalam perhitungan ikmanur rukyat, ketinggian bulan di atas cakrawala minimum 2° pada saat matahari terbenam. Perhitungan ikmanur rukyat inilah yang digunakan oleh pemerintah Indonesia. Sedangkan wujudul hilal yang digunakan oleh warga Muhammadiyah, kata Ma'arif, ketinggian bulan di atas cakrawala meskipun belum ada 2°.

    SUNDARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.