Ribuaan Jamaah di Padang Telah Berpuasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal 1433 H,  di Pantai Ambat, Tlanakan, Pamekasan, Jatim, (18/8). Tim rukyat gabungan Kemenag, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan serta sejumlah lembaga Islam lainnya gagal melihat bulan karena tertutup awan. ANTARA/Saiful Bahri

    Petugas melakukan rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal 1433 H, di Pantai Ambat, Tlanakan, Pamekasan, Jatim, (18/8). Tim rukyat gabungan Kemenag, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan serta sejumlah lembaga Islam lainnya gagal melihat bulan karena tertutup awan. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO,  Padang - Ribuan pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat, mulai berpuasa Ramadan 1434 hijriah, pada hari ini, Ahad 7 Juli 2013. "Malam tadi kita telah tunaikan salat taraweh. Dan besok kita berpuasa," ujar Sekretaris Naqsabandiyah Sumatera Barat, Edison, di Surau Baitul Makmur, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu 6 Juli 2013.

    Menurut Edison, penetapan satu Ramadan dilakukan melalui perhitungan metode hisab munjid atau melalui penanggalan yang sudah dilakukan turun-temurun. Metode hisab munjid dilakukan dengan cara menghitung 360 hari dari puasa tahun lalu.

     "Tahun kemaren kita puasa pada hari Rabu. Untuk penghitungannya, puasa tahun ini dimulai 5 hari setelah Rabu. Jadi jatuhnya hari Minggu," ujar Edison.

    Jemaah Tarekat Naqsbandiyah, kata Edison telah memiliki dasar dalam menetapkan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Menurutnya semua telah  mengacu pada Al-Quran dan hadis. Jika ada perbedaan dengan keputusan pemerintah, itu tidak harus dipersoalkan.

    Di Sumatera Barat, kata Edison, ada sekitar 2500 jemaah yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Misalnya Kota Padang, Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Solok dan Payakumbuh. "Malam ini ribuan jemaah yang ada di Sumatera Barat sudah tunaikan salat taraweh," ujarnya

    Menurut Imam Surau Baru Zahar (58 tahun), awal puasa yang ditetapkan pada 7 Juli 2013, telah sesuai dengan metode hisab munjid dan rukyat dengan cara melihat bulan. "Makanya tadi kita mengawali dengan salat taraweh. Dan saya yang menjadi imamnya," ujarnya.

    Sebanyak 45 jemaah Tarekat Naqsabandiyah malam ini, telah menunaikan salat tarawih dengan 20 rakaat yang dibagi menjadi dua rakaat, sebanyak 10 kali takbirr. Kata Zahar, taraweh ditutup dengan tiga rakaat salat witir.

    Metode ini kata Zahar, dibawa Syekh Thaib yang telah berguru ke Mekkah. Pada tahun 1910, Syekh Thaib mendirikan Surau Baru. Namun, padatnya jemaah, didirikanlah Masjid Baitul Makmur yang terletak 200 meter dari Surau Baru.

    ANDRI EL FARUQI

    Berita Lain:
    Polisi Grebek Kampung Narkoba di Pekanbaru

    Tasikmalaya Resmi Buka Sekolah Penerbangan

    Cari 7 Korban Gempa, Tiga Alat Berat dikerahkan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.