Sersan Mayor BW, Prajurit AU Diduga Pasok Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO , Jakarta:Badan Narkotika Nasional menangkap enam tersangka gembong narkoba jenis ekstasi di Pekanbaru, Riau. Para tersangka diduga memasok narkoba ke sejumlah klub malam di Riau.  Dua di antara mereka adalah prajurit TNI Angkatan Udara, Sersan Mayor BW dan Serda RY.  Empat inisial lainnya adalah KS, JC, AM, dan S.

    BW ditangkap bersamaan dengan oknum aparat lain yang juga TNI AU, berinisial RY di Pekanbaru, 2 Juli lalu. BW ditangkap setelah menerima 300 butir narkoba jenis ekstasi dari temannya yang juga oknum aparat, RY.

    BNN Jumat kemarin menggeledah kediaman tersangka BW di kelurahan Simpang Tiga, Bukit Raya. "Saat penggeledahan anak tersangka sempat marah-marah," ujar Ketua RT, Chairunnas di rumahnya.

    Saat penggeledahan, lokasi disterilkan oleh aparat kepolisian sejauh 50 meter. Warga hanya bisa menyaksikan dari jauh. Chairunnas mengatakan, penggeledahan dilakukan oleh 10 personil BNN, yang dikawal 10 Polisi Militer TNI AU. Penggeldahan selesai pukul 16.00. Personil BNN terlihat mengamankan satu bundel buku tabungan dan satu set mesin penghitung uang.

    Chairunnas menggaku tidak menyangka warganya itu terlibat gembong narkoba. Menurutnya Serma BW sudah tinggal disana selama 10 tahun, ia dikenal sebagai warga yang peduli terhadap masyarakat. "Setiap kali undangan dari masyarakat dia selalu datang,"katanya.

    RIYAN NOFITRA | AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:

    Tarif Progresif KRL
    | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak?

    Berita Terpopuler
    Cara Terbaik Mengisi Baterai Smartphone 

    Pukat: Ungkap Hambalang, KPK Terganjal Kekuasaan

    Thohir Ingin Remajakan Skuad Inter

    Bentuk Gigi Tunjukkan Kepribadian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.