Ini Kronologi Jual-beli Tanah "Wakaf" Hilmi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminudin. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminudin. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta- Faisal Rahmat, ahli waris yang menjual sepetak tanahnya kepada Hilmi Aminuddin, menuding Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera itu menangguk untung besar dengan menjual kembali tanah itu. Menurut Faisal, Hilmi awalnya membeli tanah itu seharga Rp 350-400 juta. Tanah dijual lagi oleh Hilmi kepada bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq senilai Rp 1,2 miliar.

    "Dari saya sekitar Rp 350-400 juta," ujar ahli waris Faisal Rahmat pada wartawan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis, 4 Juli 2013. Tanah seluas 700 meter persegi dengan bangunan 300 meter persegi di Kampung Loji, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, itu dijual kepada Hilmi pada 2006.

    Penjualan tanah itu diatasnamakan adik Faisal bernama Ismi Aidah. Faisal dan Ismi adalah 2 dari 6 bersaudara yang menjadi ahli waris. Ismi adalah menantu Hilmi. "Jadi dijual ke mertuanya sendiri," katanya.

    Dalam surat perjanjian jual beli itu, Faisal dan lima ahli waris lainnya meminta Hilmi untuk memelihara tanah dan bangunan tadi. Terutama, untuk melayani Majelis Talim Mirqotul Alquran, karena penjualan tanah itu disertai wasiat. Faisal menyebutnya “wakaf”.

    Tapi belakangan, wasiat itu tidak dijalankan. Hilmi malah melarang kegiatan pengajian di sana. "Ini kan melanggar perjanjian," katanya. Menganggap Hilmi melenceng dari perjanjian, Faisal berencana meminta kembali tanah tersebut. "Saya juga akan tebus," katanya.

    Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin sebelumnya, dituding menjual tanah wakaf pada Luthfi. Yakni sebuah rumah yang beralamat di Kampung Loji, Cipanas, Jawa Barat.

    Faisal Rahmat yang merupakan salah satu anggota Persis atau Persatuan Islam, yang disebut Yusuf merupakan ahli waris rumah Induk Wakaf Wasiat Majelis Talim Mirqatul Quran A.A. H. Zainal dan Umi M. Marikah, langsung protes.

    Hilmi pernah dicecar penyidik soal rumah senilai Rp 1,2 miliar di Kampung Loji I Timur nomor 30 A RT II RW 17, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Menurut Hilmi, rumah itu dibeli Luthfi. Belakangan rumah itu disita KPK, karena diduga masuk dalam pusaran tindak pidana pencucian uang Luthfi.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Terpopuler:
    Peneliti Jepang Temukan Cara Atasi Gigi Berlubang
    Empat Alasan Presiden Mesir Digulingkan
    BlackBerry Selidiki Penyebab Gangguan BBM
    BNN: Novi Amilia Positif Gunakan Sabu
    Presiden Mesir Digulingkan, Rakyat Berpesta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.