Suap Hakim Setyabudi Berawal dari Masjid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Setyabudi Tejocahyono yang terlibat kasus dugaan suap pengurusan kasus Bansos Pemkot Bandung menjalani proses rekonstruksi di Cafe Bali, Bandung (3/7). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Tersangka Setyabudi Tejocahyono yang terlibat kasus dugaan suap pengurusan kasus Bansos Pemkot Bandung menjalani proses rekonstruksi di Cafe Bali, Bandung (3/7). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar reka ulang kasus dugaan suap oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tecahyono terkait dengan kasus dugaan korupsi bantuan sosial Kota Bandung. Selain Setyabudi, reka ulang pada Selasa kemarin diikuti tersangka yang dituduh menyuap, yaitu Asep Triana, Herry Nurhayat, dan pengusaha Toto Hutagalung.

    Reka ulang pertama dilakukan di ruang Wakil Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung yang ketika itu dijabat Setyabudi. Di ruangan ini, sejumlah penyidik KPK memperagakan serah-terima uang Rp 150 juta suap dari Asep Triana ke Setyabudi. Asep tak lain adalah kurir Herry Nurhayat, pelaksana tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung, dan Toto Hutagalung.

    "Menurut yang saya lihat, ada 17 adegan rekonstruksi yang dilakukan di Pengadilan Tipikor Bandung. Ada adegan penyerahan uang sampai para pelaku dibawa KPK," ujar juru bicara PN Bandung, Djoko Indiarto, di kantornya, Rabu 3 Juli 2013. Karena reka ulang tersebut tertutup, wartawan tidak menyaksikannya. Tapi, dari luar, terdengar suara keras seorang penyidik. “Ayo terbuka saja, jujur.”

    Adegan selanjutnya adalah serah-terima uang Rp 500 juta dari Toto ke Setyabudi di Kafe Bali, tak jauh dari kantor pengadilan. "Toto mengaku menyerahkan uang Rp 500 juta kepada Setyabudi di kafe itu. Tapi Setyabudi membantah menerima suap," ujar kuasa hukum Setyabudi, Joko Sriwidodo. Dari Kafe Bali, tim bergeser ke Hotel Grand Serela, juga tak jauh dari kantor pengadilan.

    Reka ulang berikutnya adalah di Masjid Junudurrahmah, sekitar 250 meter dari kantor pengadilan. Berdasarkan pantauan Tempo, di tempat ini, penyidik mereka ulang penyerahan uang untuk suap Setyabudi dari ajudan mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yuduf Hidayat ke Toto. Edi juga sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus itu. “Uang yang diterima Pak Toto di situ Rp 250 juta. Uang itu kemudian dia (Toto) serahkan lagi ke Setyabudi," kata pengacara Toto, Binsar Sitompul.

    Selain di sejumlah lokasi itu, penyidik KPK menggelar rekonstruksi di beberapa titik di Bandung. Misalnya, di rumah Sareh Wiyono, yang ketika peristiwa suap tersebut terjadi menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Setyabudi melobi Sareh agar perkara bantuan sosial yang tengah dalam tahap banding dibantu. "Malam hari, setelah bertemu Sareh itu, Setyabudi bertemu Toto di (tempat hiburan spa dan karaoke) Venetian. Rekonstruksi adegan di Venetian baru dilakukan besok," kata Binsar. Pengacara Toto lainnya, Johnson Siregar, membenarkan bahwa Setyabudi menerima “layanan” perempuan di sebuah tempat hiburan dari Toto.

    Menurut juru bicara KPK, Johan Budi S.P., rekonstruksi kasus dugaan suap hakim Setyabudi bakal dilangsungkan selama tiga hari. Lamanya waktu rekonstruksi ini disesuaikan dengan kebutuhan penyidikan. "Rekonstruksi dilakukan sampai Jumat jika besok Kamis belum selesai," ujarnya. Selain di tempat hiburan yang menjadi lokasi gratifikasi seks Setyabudi, reka ulang akan digelar di kediaman pribadi Wali Kota Bandung Dada Rosada, yang pekan lalu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. Dada dituduh menjadi pihak yang memerintahkan pengumpulan uang suap.

    ERICK P. HARDI I ANTON A I FEBRIANA FIRDAUS

    Topik Terhangat:
    Tarif Progresif KRL
    | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap | PKS Didepak? | Puncak HUT Jakarta

    Berita Terpopuler:
    3 Insiden Memalukan Saat SBY di Akademi TNI

    SBY Minta Video Wonderful Indonesia Distop

    Beli Mobil, Ini Daftar Yang Wajib Dicek

    Teman Wartawati Korban Perkosaan Bantah Polisi 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.