Penjagaan Ketat di Sidang Etik Briptu Rani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Briptu Rani. Detik.com

    Briptu Rani. Detik.com

    TEMPO.CO, Suarabaya - Komisi Kode Etik Polisi (KKEP) Propam Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar sidang etik dengan terperiksa Brigadir Satu Rani Indah Yuni Nugraeni Jumat siang, 28 Juni 2013. Sidang etik digelar di lantai III Propam Polda Jatim.

    Pantauan Tempo, hingga berita ini ditulis sidang tengah berlangsung. Beberapa provost Polda Jatim melakukan penjagaan ketat terhadap sidang tertutup ini. Beberapa polisi wanita dari Kepolisian Resor Mojokerto dihadirkan sebagai saksi atas kasus indisipliner yang dilakukan Briptu Rani.

    Orang tua Rani dikabarkan juga mengikuti jalannya sidang komisi kode etik tersebut. Sejumlah saksi dan hakim terlihat dikawal ketika menuju ruang sidang. Briptu Rani sebagai terperiksa dalam sidang etik ini sejak Kamis kemarin sudah ditempatkan di ruang khusus di sebelah ruang persidangan. Otoritas Polda Jatim belum bisa dikonfirmasi ihwal sidang yang tengah berlangsung saat ini. Kepala Bida Humas Polda Jatim, Keomisaris Besar Awi Setiyono belum bisa dikonfirmasi.

    Namun, sehari sebelumnya pada kamis kemarin, sidang etik ini terkait dengan perbuatan indisipliner yang dilakukan Briptu Rani. "Karena (pelanggaran etik) yang dilakukan melebihi aturan dalam Peraturan Kapolri tentang disiplin," kata Awi, Kamis kemarin. Dia mengatakan, kalau yang bersangkutan telah menerima tiga kali Surat Keputusan Hukuman Disiplin (SKHD), bisa direkomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTHD). Saat ditanya apakah nantinya Rani akan dipecat dari kepolisian, Awi tidak mau berandai-andai.

    "Jangan berandai-andai," katanya. Keputusannya, kata dia, tergantung sidang komisi kode etik nanti. Putusan sidang kata dia, akan dilaporkan ke Kapolda Jatim. Ihwal pemberhentian sebagai polisi, kata Awi, tidak langsung secara otomatis. "Semua tidak otomatis dan semua memakai proses," katanya. Ketika sidang kode etik harus dijalani polisi, kata Awi, berarti ada ada etika kepolsian yang dilanggar. Awi mengatakan, Britu Rani telah lima kali mendapat SKHD. Satu kali diterima sewaktu dinas di Polres Bojonegoro dan empat kali dia terima saat dinas di Polres Mojokerto.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Terhangat:
    Ribut Kabut Asap|
    PKS Didepak?| Persija vs Persib| Penyaluran BLSM| Eksekutor Cebongan

    Baca Juga:
    SBY dan Ronaldo Saling Follow di Twitter

    Heboh Bayi Berkepala Dua di Majenang, Cilacap
    Ilmuwan Temukan Tiga Planet Layak Huni
    Implan Payudara Wanita Pecah Saat Bermain iPhone


     

     

    Lihat Juga