Hutan Terbakar, Penjualan Retail Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara ini memperlihatkan kepulan asap hasil kebakaran hutan menyelimuti langit di propinsi Riau (20/6). Pemerintah Singapura meminta Indonesia segera bertindak untuk mengatasi kebakaran ini, karena kabut asap juga telah meluas ke negaranya.  REUTERS/Beawiharta

    Gambar udara ini memperlihatkan kepulan asap hasil kebakaran hutan menyelimuti langit di propinsi Riau (20/6). Pemerintah Singapura meminta Indonesia segera bertindak untuk mengatasi kebakaran ini, karena kabut asap juga telah meluas ke negaranya. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO , Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Satria Hamid, memperkirakan penjualan sektor retail bakal mengalami penurunan 20 persen akibat kabut asap yang terjadi di Riau. “Karena mengganggu kelancaran distribusi dan berujung penurunan penjualan sekitar 20 persen di area tersebut,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.

    Dia memperkirakan, dampak asap tidak hanya menurunkan penjualan, tapi juga mengakibatkan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Menurut Satria, akibat gangguan distribusi, harga barang retail bakal naik 15-20 persen. Padahal harga bahan pokok sudah naik 10-15 persen menyusul kenaikan harga BBM bersubsidi. “Pemerintah harus turun tangan dan harus ditangani segera. Konsumsi masyarakat bisa terganggu karena hal ini.”


    Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani mengatakan sektor pariwisata pasti mengalami penurunan akibat kabut asap yang terjadi di Riau. “Banyak juga yang membatalkan pertemuan bisnis karena asap. Tapi kami belum bisa memperkirakan penurunan yang terjadi karena belum ada laporan. Yang pasti, hal ini mengganggu sektor pariwisata,” ujarnya kemarin.


    Akibat kabut asap, pemerintah Malaysia menyatakan status darurat. Perdana Menteri Najib Razak menyatakan Distrik Muar dan Ledang, yang terletak di Selatan Johor, berada dalam keadaan bahaya karena indeks polusi sudah mencapai lebih dari 750. “Tidak boleh ada kegiatan outdoor. Warga harus berdiam di rumah karena kondisi polusi yang berbahaya,” kata Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Malaysia, G. Palanivel, seperti dikutip dari laman Bloomberg Business Week, kemarin.


    Di Singapura, kegiatan belajar-mengajar lumpuh total. Menurut laman Straits Times, kerugian yang diderita Singapura karena kebakaran hutan mencapai ratusan juta dolar Amerika. Sebagai perbandingan, pada 2006, ketika indeks polusi mencapai 150, kerugian mencapai US$ 50 juta. Sedangkan akibat asap pada 1997 kerugian mencapai US$ 300 juta.

    Asap juga telah membuat salah satu pusat hiburan, Marina Bay Sands, merugi. Pendapatan dan arus kas Marina Bay Sands diprediksi menurun 4 persen pada kuartal kedua karena adanya asap tersebut. Banyak turis lokal dan internasional yang terpaksa menunda perjalanan mereka karena asap tersebut.

    ALI NY | ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.