Mabes: Dua Polisi Tertangkap Bawa Rp 200 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri yang baru, Brigjen Pol Ronny Frengky Sompie (kanan) melakukan salam komando bersama pendahulunya Irjen Suhardi  Alius, usai  serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta (12/06).   TEMPO/Dasril Roszandi

    Kadiv Humas Polri yang baru, Brigjen Pol Ronny Frengky Sompie (kanan) melakukan salam komando bersama pendahulunya Irjen Suhardi Alius, usai serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta (12/06). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri akhirnya membuka kronologis penangkapan dua orang perwira polisi di kantornya, Jumat pekan lalu. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal, Ronny Franky Sompie mengatakan, keduanya kedapatan membawa duit Rp 200 juta saat memasuki ruang utama Mabes Polri tersebut.

    "Duit itu berada dalam sebuah tas hitam yang berbentuk pecahan Rp 100 ribu dan diikat dengan benang, masing-masing Rp 100 juta," ujar Ronny saat menggelar jumpa pers di kantornya, Selasa, 25 Juni 2013.

    Sebelumnya, peristiwa penangkapan terhadap dua perwira polisi yakni Ajun Komisaris Besar ES dan Komisaris  JAP tersebar di kalangan wartawan. Sumber Tempo menyebutkan duit akan digunakan untuk kenaikan pangkat dan untuk mendapatkan jabatan tertentu. "Pejabat di SDM (Sumber Daya Manusia) itu diduga sebagai perantara kepada pejabat Polri," kata sumber tersebut.

    Ronny menjelaskan peristiwa itu terjadi pada pukul 14.00 WIB. Dua orang perwira polisi itu bertamu ke gedung utama Markas Besar Polri. Saat memasuki ruangan, kata Ronny, petugas yang di antaranya terdiri dari tim khusus Badan Reserse dan Kriminal melihat gelagat mencurigakan dari mereka. Gelagat itu ditunjukkan dari sikap AKBP ES yang membawa tas hitam. "Sehingga sebelum masuk lift lantai 1, anggota tim meminta tasnya dibuka, ternyata di dalam tas berisi uang," ujar Ronny.

    Setelah penemuan itu, ia melanjutkan, kedua perwira polisi itu digiring ke kantor Badan Reserse Kriminal untuk diinterogasi. Namun dalam interogasi tersebut, kata Ronny, mereka berkelit soal keberadaan duit tersebut. "Penjelasan mereka belum jelas uang akan dibawa ke mana," ujar dia, "Kami masih melakukan pendalaman."

    TRI SUHARMAN

    Terhangat:
    Ridwan Kamil
    | Razia Bobotoh Persib| Puncak HUT Jakarta| Penyaluran BLSM| Ribut Kabut Asap

    Baca Juga:
    Ada Caleg Bekas Model Porno dan Temperamental

    Ayi Vivananda Bakal Gugat Hasil Pilkada Bandung

    Soal Asap, SBY Sesalkan Komentar Anak Buahnya

    Pernikahan Darin-Luthfi Tak Tercatat di KUA

    Alasan Darin Mumtazah Mangkir dari Panggilan KPK

    Gadis Berwajah Nenek-nenek Ini Jalani Operasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.