Alasan Darin Mumtazah Mangkir dari Panggilan KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darin Mumtazah. Twitter.com

    Darin Mumtazah. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ziad, ayah Darin Mumtazah, mengatakan alasan anaknya tidak memenuhi panggilan Komisi Pemeriksaan Korupsi lantaran Darin sedang dalam persiapan mengikuti Ujian Akhir Nasional selama kurun Maret-April lalu. 

    Pemanggilan KPK itu bertepatan dengan masa akhir persiapan menjelang ujian.
    "Bagaimana ya, Bah? Kan, mau ujian?" kata Ziad menirukan Darin ihwal pemanggilan KPK itu di luar persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 24 Juni 2013.

    Ziad, yang datang menghadiri persidangan perdana bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq hari ini, mengatakan anaknya juga berhalangan hadir pada pemanggilan KPK yang kedua lantaran nerada di luar kota.

    Darin, kata Ziad, berencana berkuliah di luar kota dan meminta Ziad agar menemaninya meninjau beberapa universitas tujuan. "Saat itu kami ke luar kota untuk survei kampus," ujarnya.

    Nama Darin Mumtazah mencuat setelah dirinya disebut-sebut dinikahi Luthfi sebagai istri ketiga pada akhir Juni 2012 lalu saat Darin berusia 18 tahun. Mengenai hal ini, Ziad membenarkan pernikahan tersebut. "Benar anak saya dinikahi Luthfi pada akhir Juni," kata Ziad.

    Nama Luthfi terseret dalam kasus suap kuota impor daging sapi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mencokok Ahmad Fathanah, orang dekatnya, di Hotel Le Meredien, Jakarta, pada 29 Januari lalu. Fathanah diduga menerima suap Rp 1 miliar dari Direktur Indoguna Juard Effendi dan Arya Abdi Effendy agar Indoguna mendapat tambahan kuota impor sebesar 10 ribu ton.

    Dalam surat dakwaan Juard dan Arya, duit tersebut diduga dimaksudkan untuk Luthfi agar ia melobi Menteri Pertanian Suswono yang juga merupakan anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera.

    LINDA HAIRANI

    Topik Terhangat
    Razia Bobotoh Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

    Berita Terpopuler
    Persib vs Persija Batal, Bobotoh Blokir Pintu Tol

    Basuki: Jakarta Bukan Hanya untuk Orang Kaya

    Macet 'Gila' di Perayaan Ulang Tahun Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.