Menyusul Vonis Bupati Seluma, KPK Tahan Ketua DPRD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murman Effendi Bupati Seluma, Bengkulu non aktif, meninggalkan ruangan usai menjalani sidang pembacaan putusan kasus suap anggota DPRD di pengadilan Tipikor, Jakarta, (21/2). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Murman Effendi Bupati Seluma, Bengkulu non aktif, meninggalkan ruangan usai menjalani sidang pembacaan putusan kasus suap anggota DPRD di pengadilan Tipikor, Jakarta, (21/2). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluma, Bengkulu, Zaryana Rait. Dia ditahan di Rumah Tahanan Guntur, Polisi Militer Kodam Jaya pada Jumat 21 Juni 2013. Zaryana disangka tekait dengan dugaan suap proyek jembatan tahun jamak. "Ini untuk kepentingan penyidikan," kata juru bicara KPK, Johan Budi, S.P.

    Menurut Johan, Zaryana disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat (2), dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pada kasus serupa, Bupati Seluma nonaktif, Murman Effendy, sudah divonis dua tahun penjara karena dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus suap proyek berbiaya Rp 381 miliar itu.

    Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Bengkulu ini juga dikenai denda Rp 100 juta, atau diganti kurungan 3 bulan penjara.  Majelis hakim di persidangan menyebut Murman terbukti memberikan uang dalam bentuk tunai maupun cek kepada 27 anggota DPRD dengan tujuan supaya mengubah Peraturan Daerah Nomer 12 Tahun 2010 menjadi Perda Nomer 2 Tahun 2011 dalam waktu satu hari.

    Perda tersebut mengatur tentang peningkatan dana anggaran pembangunan infrastruktur peningkatan jalan dengan konstruksi hotmix dan jembatan melalui pelaksanaan pekerjaan tahun jamak, selama lima tahun anggaran. Akibat pengubahan Perda ini, anggaran bertambah sekitar Rp 31,5 miliar.

    Total anggaran proyek jalan tersebut menjadi Rp 381,5 miliar. Pengubahan peraturan ini menjadi unsur penyalahgunaan jabatan Murman. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Seluma, Erwin Panama, dan beberapa anggota DPRD Seluma pun sudah terjerat dalam kasus serupa.

    RUSMAN PARAQBUEQ

    Terhangat:

    Evaluasi Jokowi | Kenaikan Harga BBM | Rusuh KJRI Jeddah

    Berita lainnya:
    Malam Ini Pengumuman Harga BBM Bersubsidi Naik
    Pensil Bluetooth dan Gelang Komunikasi di SBMPTN
    Soal Asap, Menkokesra: Singapura Jangan Mengeluh
    Ada Soal Luthfi Hasan di Ujian, PKS Protes SMK



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.