TNI AU Akan Sambut 24 Pesawat F-16 Bekas Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/USAF

    REUTERS/USAF

    TEMPO.CO, Jakarta - Komando Operasi TNI Angkatan Udara I saat ini tengah sibuk mempersiapkan kedatangan 24 unit pesawat tempur F-16 hibah dari eks-Angkatan Udara Amerika Serikat. Persiapan itu antara lain pembangunan infrasktruktur Skuadron Udara baru bernomor 16 di Pekanbaru, Riau, yang akan menjadi kandang F-16.

    "Sekarang infrastruktur sudah dibangun, mulai dari hanggar, taxi-way, hingga persiapan lain," kata Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsekal Muda M. Syaugi, saat ditemui dalam upacara peringatan HUT Komando Operasi TNI AU ke 62 di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 17 Juni 2013.

    Sesuai rencana, kata dia, ke 24 pesawat F16 akan tiba di Tanah Air pada  pertengahan 2014. Amerika Serikat, akan mengirim 24 pesawat F16 secara bertahap.

    Menurut dia, Komando Operasi AU I bukan hanya menyiapkan infrastruktur untuk menyambut kedatangan F16 dan alutsista lain, tapi juga menyiapkan sumber daya manusia. Salah satunya, meminta masukan dari sekolah penerbangan mengenai kemampuan alutsista baru. "Sehingga saat alutsista baru datang, awak pesawat tak terkendala lagi," kata mantan pilot tempur F-16, F-5, dan Hawk 100/200 ini.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengatakan, hibah 24 pesawat F-16 eks Amerika Serikat tersebut akan menambah jumlah kekuatan F-16 Indonesia yang sudah memiliki 10 unit F-16. Sehingga total Indonesia bakal bisa dibagi menjadi dua skuadron.

    INDRA WIJAYA


    Topik terhangat:

    Rusuh KJRI Jeddah | Koalisi dan PKS | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:

    Edisi Khusus HUT Jakarta
    Dosen UI Pengkritik Korupsi Jadi Tersangka 

    Aktris Ully Artha Meninggal Dunia 

    Alasan Jakarta Semakin Macet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.