Deddy Mizwar Diminta Stop Berakting

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jabar periode 2013-2018 Deddy Mizwar bersama istri. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wakil Gubernur Jabar periode 2013-2018 Deddy Mizwar bersama istri. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung Pakar hukum dan tata negara dari Universitas Padjadjaran, I Gede Pantja Astawa mengatakan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar harus fokus mengurus rakyat Jawa Barat. Astawa meminta Deddy berhenti di dunia film dan iklan seperti Dede Yusuf dulu. 

    "Jangan  menyambi (pekerjaan) sehingga perhatian kepada publik berkurang," ujarnya kepada Tempo, Ahad, 16 Juni 2013.

    Astawa dimintai tanggapannya soal rencana Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang akan tetap bekerja di dunia film. Sebelumnya diberitakan, kerja itu akan dilakukan Deddy setiap Sabtu dan Ahad atau di luar jam kerja dinasnya. 

    Menurut Astawa, memang tidak ada aturan yang melarang Wakil Gubernur bermain film. Namun dua pekerjaan Deddy Mizwar itu disebutnya sebagai pilihan. "Sebagai Wakil Gubernur harus lepaskan itu (film) agar tidak menimbulkan persoalan etika sebagai pejabat publik," katanya.

    Tanggapan lebih keras dilontarkan salah seorang tokoh Jawa Barat, Tjetje Padmadinata. Menurut dia, setelah dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy harus langsung pensiun dari dunia film. "Untuk menghormati jabatannya. Sangat tidak cocok Wakil Gubernur Jawa Barat masih jadi bintang iklan juga," ujarnya.

    Menurut Tjetje, dua tayangan iklan yang dibintangi Deddy Mizwar membuatnya jengah sebagai warga Jawa Barat. Ia pun meminta kedua iklan yang dibintangi Deddy dihentikan tayangannya di televisi. 

    "Ini (Jawa Barat) bukan provinsi di pedalaman, sebaiknya (iklannya) berhenti supaya wibawa wakil gubernur tidak berkurang, " katanya. 

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto