Minggu, 21 Oktober 2018

"Hanya Dua Kandidat Yang Layak Pimpin Bandung"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat suara Pilkada Walikota Bandung yang sudah tersortir dan dilipat di Bandung, Jawa Barat (9/6).  TEMPO/Prima Mulia

    Surat suara Pilkada Walikota Bandung yang sudah tersortir dan dilipat di Bandung, Jawa Barat (9/6). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung -Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran Budi Rajab, mengatakan dari hasil debat kandidat, hanya ada dua kandidat yang benar-benar memiliki kualitas untuk menduduki kursi Wali Kota Bandung. "Yang lain coba-coba" kata dia usai  acara debat antar kandidat Wali Kota Bandung. Kamis, 12 Juni 2013.

    Namun dia enggan menyebutkan siapa saja orang yang menurutnya layak menjadi Wali Kota. Budi ,  panelis acara debat di gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda, Bandung itu mengatakan, penilaiannya didasari oleh konkritisasi program dari tiap calon.  "Adapun  peluang calon Wali Kota dari jalur perseorangan, sangatlah kecil karena kepopulartiasan kandidat menjadi modal mendapatkan suara," katanya.

    Dalam debat itu, para kandidat harus menjawab  pertanyaan dengan tema berbeda seperti infrastruktur, pendididkan, ekonomi, kebudayaan, transportasi, keamanan, lingkungan dan kesehatan. Pertanyaan itu  diundi secara acak kepada masing-masing kandidat.

    Kandidat nomor urut satu, Edi Siswadi dan Erwan Setiawan yang mendapat pertanyaan tentang transportasi mengatakan, bahwa untuk mengatasi masalah kemacetan dia akan membangun monorel. "Rencana itu akan didukung oleh manajemen yang terintegrasi" ujar Edi yang juga  menjadi saksi kasus suap Hakim Setyabudi.

    Wahyudin dan Toni Apriliani yang mendapat pertanyaan masalah ekonomi mengatakan bahwa pihaknya akan membangun pasar rakyat. "Dalam hitungan bulan, pasar rakyat harus sudah kita rapikan," kata Wahyudin.

    Wawan Dewanta dan M Sayogo dari  dari jalur perseorangan ini mendapat pertanyaan tentang pendidikan mengatakan akan memperbaiki nasib guru honorer di kota Bandung, "Bandung memiliki sejumlah dan potensi honorer yang baik, dan memerlukan perhatian yang khusus," kata Wawan.

    Pertanyaan Kesehatan dipilih oleh Ridwan Kamil dan M Oded yang didukung PKS. Menurut Ridawan , penyebab turunnya tingkat kesehatan di Bandung, disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.  "Saya ingin bikin 1 juta biopori di kota Bandung dan perbanyak sumur resapan," kata Ridwan yang juga  ahli infrastruktur.

    Pasangan Ayi Vivananda dan Nani Suryani, istri Dada Rosada, Wali Kota Bandung saat ini mendapat  pertanyaan tentang  seni dan budaya. Pasangan  yang diusung PDIP dan PAN ini berjanji akan  melestarikan tempat budaya. "Karena di Bandung banyak sekali tempat kebudayaan" kata Ayi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung.

    Iswara dan Asep Dedi yang diusung Partai Golkar membahas tentang keamanan di Kota Bandung.  "Kota Bandung menjadi kota ke tiga paling tak aman di Indonesia. Karena itu saya akan  membuat  program untuk meningkatkan keharmoinasan masyarakat melalui  pendidikan beragama," kata Iswara.

    Adapun  pasangan jalur perseorangan Budi dalton dan Rizal Firdaus yang mendapat pertanyaan tentang lingkungan menyatakan,  akan  lebih memprioritaskan pembangunan akhlak daripada membangun infrastruktur.

    Pasangan  Bambang Setiadi dan Alex Tahsin yang ditanya mengenai kondisi jalan rusak  di Kota Bandung mengatakan. "Pemerintah punya APBD dan punya dinas yang megatur jalan raya, lalu apa masalahnya" kata dia.

    Kampanye calon wali kota Bandung ini akan digelar hingga 19 Juni mendatang. Sedangkan pencoblosan akan dilakukan pada 23 Juni 2013.


    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.