Akbar Baru Mundur Jika Dinyatakan Bersalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Akbar Tandjung kembali menegaskan tidak akan mundur dari jabatan ketua umum DPP Partai Golkar dan ketua DPR meskipun menjadi tersangka dugaan korupsi dana Bulog. Akbar, seusai halal bihalal Partai Golkar, di Aula DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (8/1) malam, mengatakan ia baru mundur jika secara hukum sudah dinyatakan bersalah. Tekadnya tersebut, dijelaskan Akbar, karena belum tentu dirinya dinyatakan bersalah dalam kasus yang juga melibatkan mantan Presiden Habibie itu. "Tidak ada rencana saya untuk nonaktif atau mundur, karena proses hukum menganut asas praduga tak bersalah," katanya berkilah. Ia juga menyatakan akan terus mengukuhkan tekadnya, meski banyak orang untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua DPR. Selama Kejaksaan Agung belum memutuskan dirinya bersalah atau tidak, kata Akbar, ia akan tetap menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai ketua umum Partai Golkar maupun ketua DPR. Dengan prinsip praduga tak bersalah itu pula, Akbar menegaskan, partainya tidak akan merencanakan skenario apapun meski tuntutan mundur itu kian gencar ditimpakan kepadanya. "Tidak usah pakai skenario. Skenario untuk apa? Prinsip hukum kan praduga tak bersalah, saya tidak akan non aktif atau mundur," katanya berulang-ulang dengan nada meninggi. (Bagja Hidayat-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.