Anggota Geng Motor Ada yang Baik dan Berprestasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Freestyler melakukan standing atau menaikan ban dibagian depan pada sepeda motor Honda CB 150R StreetFire di kawasan Senayan, Jakarta, (15/12). Aksi ini untuk menujukkan kecanggihan motor Honda CB 150R StreetFire. Tempo/Fardi Bestari

    Seorang Freestyler melakukan standing atau menaikan ban dibagian depan pada sepeda motor Honda CB 150R StreetFire di kawasan Senayan, Jakarta, (15/12). Aksi ini untuk menujukkan kecanggihan motor Honda CB 150R StreetFire. Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Tidak selalu para anggota geng motor itu jahat. Memang jika sudah berkumpul kawanan pengendara motor ini selalu saja buat kerusuhan, bahkan penganiayaan.
    Namun dibalik tindakan mereka yang beringas itu, tersimpan suatu kelembutan di hati
    masing-masing mereka.

    Geng motor yang ada di Pekanbaru di dominasi anak remaja yang berstatus masih pelajar.
    Kepada Tempo, beberapa orang dari mereka mengaku bergabung dengan geng motor hanya
    sekedar ajang mencari teman, menyalurkan bakat terpendam olahraga balap motor dan free style atau hanya sekedar kongkow-kongkow bareng. Namun pada akhirnya terjerumus ke dunia
    kriminal akibat desakan para senior mereka, juga kerap perselisihan antar geng yang
    berujung bentrok.

    Para orang tua pun tidak mengetahui apa sebenarnya dilakukan anak-anak mereka di luar
    rumah. Di mata keluarga, mereka anak baik, penyayang, ada yang berprestasi di sekolah
    bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Para orang tua mengaku anak-anak mereka terpengaruh lingkungan jahat.

    Contohnya, Mardiah, 49 tahun - bukan nama sebenarnya - tak kuasa menahan sedih ketika anaknya RD, 17 tahun, ditangkap polisi. Ia seakan tak percaya buah hatinya itu terlibat dalam sindikat geng motor yang saat ini gencar diperbincangkan karena keganasan mereka. Apalagi, mendengar pemberitaan media massa berulang kali mengatakan anaknya adalah pengikut  siraja geng motor Klewang. "Kami tidak mau lagi beli koran atau nonton tv," katanya.

    Menurut Mardiah, RD anaknya dikenal baik dan penurut, ia merupakan siswa berprestasi di
    sekolahnya di salah satu Madrasah Negeri di Pekanbaru, RD juga selalu menjadi juara kelas. Di sekolahnya, RD dikenal sebagai siswa yang aktif mengikuti ekstrakurikuler, ia pernah
    menyumbangkan medali emas bagi sekolahnya dalam cabang olahraga bola Voly pada Pekan Olahraga Pelajar di Riau. Tidak heran RD menjadi siswa kesayangan para guru di sekolahnya. "Gurunya seakan tidak percaya, mendengar RD tertangkap" ujarnya.

    Mardiah mengakui anaknya RD sangat gemar dengan balapan motor. Namun ia sering mengingatkan kepada anaknya untuk tidak mengikuti balapan liar. Biasanya sepulang sekolah RD jarang keluar rumah, "Pulang sekolah itu dia tidur atau nonton tv," katanya.

    RIYAN NOFITRA



    Topik terhangat:

    Tarif Baru KRL
    | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha |Fathanah

    Baca juga
    EDSUS GENG MOTOR

    Calon Kapolri Bocor, Kompolnas Protes Komnas HAM

    Adik John Kei Tewas Ditembak

    Inter Dibeli Erick Thohir, Ini Komentar Zanetti

    SBY Dapat World Statesman Award, Beri 4 Janji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.