KPU Palembang Akhirnya Patuhi Putusan MK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Palembang- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang akhirnya menetapkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang terpilih.

    Padahal pada rapat pleno 13 April lalu, mereka menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana sebagai pasangan wali kota terpilih dengan unggul 8 suara atas dua kandidat lainnya. Putusan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah konstitusi (MK) yang memenangkan Romi-Harno dengan keunggulan 23 suara.

    "Hari kami menindaklanjuti putusan MK yang memenangkan gugatan pasangan Romi-Harno, sekaligus menjawab pertanyaan yang sering kami terima selama ini" kata Ketua KPU Palembang Eftiyani, Jumat, 31 Mei 2013.

    Dengan dikeluarkannya surat keputusan terbaru ini, KPU sekaligus mencabut 2 Surat Keputusan tentang penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara dan SK tetantang Penetapan calon walikota dan wakil walikota Palembang terpilih 2013-2018.

    "Rencana nya siang ini kami akan menyerahkan SK terbaru pada pihak DPRD Palembang untuk diproses," kata Eftiyani. Ketika ditanya apa yang akan dilakukan KPUD jika mendapat penolakan dari calon lain ? Efti mempersilakan pihak-pihak yang keberatan atas SK tersebut menempuh langkah hukum selanjutnya.

    Penasehat Hukum pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana, Yusmaheri belum dapat berkomentar atas putusan KPU yang mengalahkan kliennya dalam pemilihan pada 7 April lalu. "Kami belum dapat berkomentar apapun, silakan media menunggu sampai kami mendapat surat resmi dari KPU Palembang," kata Yusmaheri. 

    PARLIZA HENDRAWAN


    Topik Terhangat:

    Tarif Baru KRL
    | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?