Dua Bus Bandara Banyuwangi Dioperasikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang pesawat tiba di bandara dan akan melanjutkan perjalanan dengan bus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (16/9). Mereka mudik lebaran menuju kampung halamannya masing-masing. TEMPO/Tri Handiyatno

    Sejumlah penumpang pesawat tiba di bandara dan akan melanjutkan perjalanan dengan bus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (16/9). Mereka mudik lebaran menuju kampung halamannya masing-masing. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Kementerian Perhubungan mengoperasikan dua unit bus di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur. Dua bus bandara itu untuk mengangkut penumpang yang akan menuju bandara maupun sebaliknya.

    Pengoperasian dua bus bandara tersebut diresmikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Soeroyo Ali Moeso, di Bandara Banyuwangi, Rabu 22 Mei 2013. "Ke depannya jumlah bus akan ditambah menyesuaikan banyaknya jam penerbangan di Banyuwangi," kata Soeroyo.

    Bus tersebut dibeli melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2013 dengan anggaran Rp 1,2 miliar. Bus bandara hadir dengan Hino type Dutro tahun pembuatan 2012. Setiap bus berkapasitas 17 tempat duduk dilengkapi fasilitas reclining seat, AC, Audio/Video, serta Wifi.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan, Kabupaten Banyuwangi, Nur Agus Suharto, mengatakan, bus tersebut dibagi untuk dua rute. Arah utara, akan dimulai dari Terminal Sritanjung - Stasiun Ketapang - Pelabuhan Ketapang -Terminal Brawijaya - bandara.

    Sementara untuk jalur selatan diawali dari Terminal Genteng - Jajag - Srono - bandara. Setiap bus berangkat mulai pukul 07.00 WIB, menyesuaikan jadwal penerbangan maskapan Lion Air yang berangkat pada 10.00 WIB. "Tarifnya Rp 20 ribu per orang," kata Agus.

    Agus menambahkan, kehadiran bus bandara ini diharapkan menjadi transportasi alternatif karena selama ini kebanyakan calon penumpang menggunakan kendaraan pribadi dan taxi menuju Bandara Banyuwangi.

    IKA NINGTYAS

    Topik Terhangat:
    Menkeu Baru
     | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh


    Baca juga:
    Gadis Bercadar Potong 'Burung' dengan Cutter

    Kronologi Pemotongan 'Burung' oleh Gadis Bercadar

    Gadis Bercadar Sempat Membantah Potong 'Burung'
    Diajak Mesum, Gadis Bercadar Nekat Potong 'Burung'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.