Sejak Kasus Lutfi Hasan Mencuat, Rumah Darin Sepi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darin Mumtazah. Twitter.com

    Darin Mumtazah. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kediaman rumah kontrakan Darin Mumtazah di Jalan Bhinneka Raya nomor 3 RT 10 RW 09, Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, tampak sepi. Darin dikabarkan dekat dengan mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera, Lutfi Hasan Ishaaq.

    Pemantauan Tempo, rumah itu sekitar 10x15 meter. Pagar berwarna hijau setinggi dua meter menutupi depan rumah Darin. Sementara tembok bercat orange menutupi samping rumah Darin hingga ke lantai dua. Terdapat sebuah garasi mobil, namun ditutupi pintu kayu cokelat. Dua lampu di teras rumah dan satu di dalam garasi mobil menyala, seakan menandakan tidak ada orang di dalam rumah tersebut.

    "Udah enggak ada yang nempatin rumahnya, ayah sama Darin udah pergi. Paling ibunya saja masih sering dateng buat ngasih makan kucingnya," kata Emmi, 45 tahun, pedagang gado-gado di sebelah rumah Darin, Rabu, 22 Mei 2013.

    Menurut Emmi, sejak pemberitaan mengenai Lutfi Hasan Ishaaq yang kini sebagai tersangka kasus impor daging sapi, rumah Darin ditinggalkan pemiliknya. "Saya enggak tahu apa hubungannya, tapi pas berita itu banyak langsung sepi rumahnya, enggak ditempatin lagi," ujar Emmi.

    Darin yang masih duduk di bangku Sekolah Menegah Atas (SMA) sempat dua kali dipanggil oleh KPK untuk kasus tindak pidana pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq. Namun, Darin mangkir dalam panggilan itu.

    Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, Darin Mumtazah sudah dipanggil dua kali, tapi absen. "Yang pertama, katanya suratnya tidak sampai kepada yang bersangkutan," katanya. Yang kedua, tidak ada keterangan. Nama Darin Mumtazah kerap disebut sebagai teman dekat Luthfi. Tapi dugaan itu belum terbukti karena hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Darin Mumtazah ataupun Luthfi tentang hubungan keduanya.

    Rasuah proyek kuota impor daging melibatkan bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq ini terungkap saat KPK menangkap Ahmad Fathanah bersama uang Rp 1 miliar dari petinggi PT Indoguna Utama--perusahaan impor daging sapi--Arya Abdi Effendy dan Juard Effendy.

    AFRILIA SURYANIS

    Topik Terhangat:

    Menkeu Baru
    | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh


    Baca juga:
    Gadis Bercadar Potong 'Burung' dengan Cutter

    Kronologi Pemotongan 'Burung' oleh Gadis Bercadar

    Gadis Bercadar Sempat Membantah Potong 'Burung'
    Diajak Mesum, Gadis Bercadar Nekat Potong 'Burung'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.