Senin, 19 November 2018

Maharani Ajak Dinner, Fathanah Minta Bermesraan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maharani Suciyono tersenyum disela-sela jumpa pers yang berlangsung di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Dalam kesempatan ini Rani menceritakan kronologis penangkapan dirinya dan Ahmad Fathanah dalam Operasi Tangkap Tangan KPK di Hotel Le Meridien serta membantah segala pemberitaan mengenai dirinya yang beredar belakangan ini. TEMPO/Dhemas reviyanto

    Maharani Suciyono tersenyum disela-sela jumpa pers yang berlangsung di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Dalam kesempatan ini Rani menceritakan kronologis penangkapan dirinya dan Ahmad Fathanah dalam Operasi Tangkap Tangan KPK di Hotel Le Meridien serta membantah segala pemberitaan mengenai dirinya yang beredar belakangan ini. TEMPO/Dhemas reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Maharani Suciyono, mahasiswi yang ditangkap bersama Ahmad Fathanah, 29 Januari lalu, ternyata mengajak Fathanah makan malam.

    Kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang memeriksanya, Maharani mengaku berhubungan dengan Fathanah melalui pesan pendek. "Saya menanyakan apakah Ahmad Fathanah mau dinner dengan saya," katanya seperti tertulis dalam dokumen yang salinannya diperoleh Tempo.

    Menurut perempuan kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 20 tahun lalu ini, Fathanah ogah makan malam dengannya. Alasannya, tersangka kasus suap izin daging sapi impor itu tak suka keramaian. "Selain itu dia sudah memberikan tanda-tanda untuk mengajak hubungan intim," kata Maharani.

    Maharani mengaku bertemu pertama kali dengan Fathanah di Cafe Bon, Senayan City, Jakarta, pada 28 Januari 2013. Saat mau ke toilet, kata Maharani, Fathanah melihatnya. Fathanah lalu menitipkan secarik kertas bertuliskan nama "Ahmad" dan nomor teleponnya. Kertas itu dititipkan melalui pelayan kafe. "Setelah itu saya dan Ahmad Fathanah berhubungan melalui sms."

    Hubungan keduanya berlanjut. Hingga akhirnya, penyidik KPK menangkap Maharani dan Fathanah di Hotel Le Meridien. KPK menduga Fathanah menerima suap dari PT Indoguna Utama. Duit itu rencananya akan diserahkan ke Luthfi Hasan Ishaaq, saat itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

    NUR ALFIYAH | PRAM

    Topik terhangat:

    PKS Vs KPK
     | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:
    Indoguna Akui Setor Uang ke PKS  

    Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani

    Fathanah Ketahuan Curi Dokumen KPK

    Cerita Dewi Queen of Pantura, Soal Sawer Pejabat
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.