Fee Dinner Maharani Suciyono Rp 2 juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maharani Suciyono tersenyum disela-sela jumpa pers yang berlangsung di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Dalam kesempatan ini Rani menceritakan kronologis penangkapan dirinya dan Ahmad Fathanah dalam Operasi Tangkap Tangan KPK di Hotel Le Meridien serta membantah segala pemberitaan mengenai dirinya yang beredar belakangan ini. TEMPO/Dhemas reviyanto

    Maharani Suciyono tersenyum disela-sela jumpa pers yang berlangsung di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Dalam kesempatan ini Rani menceritakan kronologis penangkapan dirinya dan Ahmad Fathanah dalam Operasi Tangkap Tangan KPK di Hotel Le Meridien serta membantah segala pemberitaan mengenai dirinya yang beredar belakangan ini. TEMPO/Dhemas reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Maharani Suciyono, mahasiswi sebuah universitas swasta, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Ahmad Fathanah ternyata punya tarif khusus.

    Untuk makan malam berdua dengan Ahmad Fathanah, Maharani meminta bayaran jutaan rupiah. Hal itu terungkap dalam dokumen percakapan SMS Maharani-Fathanah yang didapat Tempo. "Tarifnya untuk dinner saja Rp 2 juta," begitu kata Maharani, dalam pesan pendek yang dia kirim ke ponsel Fathanah.

    Lalu Ahmad Fathanah membalas. "Saya tak mau dinner. Ramai dan terlalu banyak orang. Kalau minta lebih dari dinner berapa?" kata tersangka kasus suap impor daging sapi itu.

    Maharani pun menjawab. "Tarifnya Rp 10 juta," ujarnya."Apakah Bapak juga ingin ditemani teman saya yang ketemu di Senayan City?" tanya Maharani. Fathanah menjawab tidak.

    Itulah percakapan sebelum Maharani bertemu Fathanah di Hotel Le Meredien, Jakarta. Pada saat itulah KPK menangkap mereka berdua di sebuah kamar di lantai 17. Saat tangkap tangan itu, Maharani diberi uang Rp 10 juta berupa segepok lembaran Rp 100 ribu. "Saya tak pernah menghitungnya," katanya.

    Uang itu kini sudah diserahkan ke KPK. Pada tanggal 29 Januari itu pula di mobil Fathanah ditemukan uang Rp 1 miliar. Uang itu diduga merupakan uang suap dari PT Indoguna, perusahaan importir daging sapi.

    Nur Alfiyah | BS



    Topik terhangat:

    PKS Vs KPK
    | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:
    Indoguna Akui Setor Uang ke PKS 

    Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani

    Fathanah Ketahuan Curi Dokumen KPK

    Cerita Dewi Queen of Pantura, Soal Sawer Pejabat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.