Densus Tangkap Kerabat Ba'asyir di Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abu Bakar Ba'asyir menunggu di ruang tahanan sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan  (25/5). ANTARA/Reno Esnir

    Abu Bakar Ba'asyir menunggu di ruang tahanan sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (25/5). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Solo--Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali menangkap warga Solo, Selasa sore 14 Mei 2013. Mereka menangkap pria bernama Nu'im, warga Joyontakan. Nu'im dikenal sebagai salah satu kerabat Abu Bakar Ba'asyir.

    Nu'im ditangkap saat berada di rumahnya sekitar pukul 17.00 WIB. "Tidak ada yang tahu persis kejadian penangkapannya," kata juru bicara Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono. Saat itu, Nu'im berada di rumah bersama anaknya yang baru berusia tujuh tahun.

    Menurut Endro, tim Densus langsung masuk rumah dan menodongkan pistol kepada Nu'im. Dia langsung diringkus dan dibawa pergi. "Anaknya sampai teriak histeris karena ketakutan," kata Endro. Beberapa saat setelah kejadian tersebut, istri Nu'im melaporkan adanya penangkapan tersebut kepada LUIS.

    Menurutnya, Nu'im masih memiliki hubungan keluarga dengan bekas pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba'asyir. Nu'im juga pernah aktif di JAT meskipun akhirnya keluar dari organisasi tersebut.

    Sedangkan Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta, Komisaris Besar Asdjima'in belum bisa dikonfirmasi lantaran tidak mengangkat teleponnya. Dia juga belum membalas pesan pendek yang diangkat.

    Sebelumnya, Densus 88 juga menangkap Slamet Pilih Utomo di wilayah Surakarta. Dia ditangkap di jalan saat sedang mengantarkan anaknya berangkat sekolah.

    AHMAD RAFIQ


    Topik Terhangat
    PKS Vs KPK | Edsus FANS BOLA | Perempuan dan Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Baca juga:

    Tindakan PKS Dinilai Kriminalisasi KPK

    Rumah Luthfi Hasan Ternyata Atas Nama Ahmad Zaky

    Fathanah dan Dewi Kirana 'The Queen of Pantura'

    34 Pekerja Freeport Diduga Tewas Terjebak Longsor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.