Selasa, 20 November 2018

Teka-teki Wiji Thukul, Tragedi Seorang Penyair

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cover Majalah Wiji Thukul

    Cover Majalah Wiji Thukul

    TEMPO.CO, Jakarta-Pada suatu siang Agustus 1996, dia pamit kepada istrinya untuk pergi bersembunyi. Sejak itu, penyair pelo ini mengembara dari satu kota ke kota lain, menghindar dari kejaran jenderal-jenderal di Jakarta yang marah-marah menuding puisinya menghasut para aktivis untuk melawan pemerintah Orde Baru. Tapi, bahkan setelah rezim Soeharto tumbang, Wiji Thukul tak juga pulang.

    Majalah Tempo edisi Senin 13 Mei 2013 menurunkan Edisi Khusus Teka-teki Wiji Thukul, Tragedi Seorang Penyair. Banyak yang menduga dia menjadi korban penculikan dan pembunuhan menjelang Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat 1998. Istri dan beberapa kerabat dekatnya percaya dia masih hidup dan suatu ketika akan kembali.

    Wiji Thukul tak pernah kembali. Lelaki cadel itu--ia tak pernah bisa melafalkan huruf “r” dengan sempurna--dianggap membahayakan Orde Baru. Ia “cacat” wicara, tapi ia dianggap berbahaya.

    Rambutnya lusuh. Pakaiannya kumal. Celananya seperti tak mengenal sabun dan setrika. Ia bukan burung merak yang mempesona. Tapi, bila penyair ini membaca puisi di tengah buruh dan mahasiswa, aparat memberinya cap sebagai agitator, penghasut.

    Selebaran, poster, stensilan, dan buletin propaganda yang ia bikin tersebar luas di kalangan buruh dan petani. Kegiatannya mendidik anak-anak kampung dianggap menggerakkan kebencian terhadap Orde Baru. Maka ia dibungkam. Dilenyapkan. Selengkapnya, baca Majalah Tempo.

     TEMPO

    Topik Terhangat
    Teroris | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita terpopuler:

    Pengamat Hukum: PKS Tidak Salah

    Kisah Buruh Panci yang Kabur dan Ditangkap Tentara

    Angkringan Tak Sehat Sumber Penularan Hepatitis A

    Ratusan Penumpang Citilink Mengamuk di Adisutjipto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.