PKS: KPK Jangan Jadi Alat Politik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil  Mazda CX 9 (kiri) dan  Mitsubishi Grandis yang disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Jakarta, Selasa (7/5). Menurut anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal, kendaraan yang disegel adalah kendaraan operasional partai. TEMPO/Seto Wardhana

    Mobil Mazda CX 9 (kiri) dan Mitsubishi Grandis yang disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Jakarta, Selasa (7/5). Menurut anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal, kendaraan yang disegel adalah kendaraan operasional partai. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera Muzammil Yusuf meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk tidak tebang pilih dalam menyelesaikan kasus korupsi. Menurut dia, KPK juga harus menuntaskan kasus-kasus besar seperti Hambalang, Century, hingga Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. (Baca: KPK: PKS Jangan Membalikkan Fakta)

    "Biar rakyat merasa KPK adil, KPK jangan jadi alat politik," kata Muzammil saat konferensi pers di gedung DPP PKS, Jumat, 10 Mei 2013.

    PKS dan KPK belakangan santer diberitakan berseteru. Berawal dari penyitaan mobil yang hendak dilakukan para penyidik KPK, di kompleks gedung DPP PKS, Senin malam, 6 Mei 2013, pemberitaan muncul dari dua pihak tersebut.

    Ada dua versi mengenai penyitaan ini. Versi KPK, penyidik KPK dihalang-halangi petugas keamanan kompleks DPP PKS yang bergabung dengan beberapa orang berpakaian preman. Versi PKS, penyidik menyusup masuk menumpang Ahmad Zaky (orang dekat Luthfi), dan tiba-tiba melakukan penyitaan tanpa surat tugas dan identitas. Menurut PKS, penyidik KPK bahkan tak mengenakan rompi KPK.

    Berdasarkan pengamatan, mobil-mobil yang disegel adalah Nissan Frontier Navara hitam B-9051-QI, Mitsubishi Grandis hitam B-7476-UE, Mitsubishi Pajero Sport hitam B-1074-RWD, Mazda CX-9 putih B-2-MDF, Toyota Fortuner hitam B-544-RFS, dan Volkswagen Caravelle hitam B-948-RFS.

    MUHAMAD RIZKI

    Terhangat:

    Teroris
    | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Baca juga:
    Ahok Kembali Tegaskan Konsep Jakarta Smart City

    Kampung Deret Pertama Jokowi Ada di Petogogan

    Ahok: Komnas HAM Tidak Paham Keadilan

    Ahok: Pemprov Tak Perlu Datang ke Komnas HAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.