Minggu, 25 Februari 2018

Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Teroris di Lampung

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 10 Mei 2013 19:09 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Teroris di Lampung

    TEMPO/Fatkhurrohman Taufiq

    TEMPO.CO, Bandar Lampung - Tim Detasemen Khusus 88 Markas Besar Polri, Jum’at petang, 10 Mei 2013, menggerebek dua rumah kontrakan di Bandar Lampung, yang diduga sebagai tempat persembunyian terduga teroris.

    Penggerebekan dilakukan setelah sebelumnya, yakni Kamis, 9 Mei 2013, Tim Densus 88 yang dibantu Kepolisian Daerah Lampung menangkap empat orang tersangka. “Keempat terduga teroris ditangkap di tiga tempat berbeda,” kata Kapolda Lamung Berigadir Jenderal Heru Winarko.

    Penggerebekan pertama dilakukan di sebuah kamar kontrakan di Jalan Damai Nomor 19, Tanjungseneng, Bandar Lampung. Polisi mendobrak pintu dan meledakan geranat kejut di kamar yang dihuni tujuh orang itu. Lima belas menit kemudian, penggerebekan dilakukan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pulau Sari 12, Perumahan Way Kandis, Tanjungseneng.

    Dari dua tempat itu polisi tidak menangkap seorang pun, melainkan hanya meyita sebuah kardus kemasan penanak nasi elektrik. Tim kemudian meninggalkan lokasi penggerebekan bersama Kapolresta Bandar Lampung Komsaris Besar Nurochman.

    Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB, mereka menangkap seorang terduga teroris di sebuah rumah di Dusun 3A, Desa Karanganyar, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.

    Menurut pemilik rumah, Reny, 29 tahun, di salah satu kamar kontrakan itu dihuni oleh tujuh orang. Di antaranya mengaku bernama Madro. Saat mengontrak mereka mengaku sebagai pekerja pengaspalan jalan. ”Mereka masuk sekitar sebulan lalu. Mereka baru memperpanjang sepekan lalu untuk bulan kedua,” ujarnya.

    Para penyewa kamar itu datang secara bertahap. Setiap hari mereka keluar rumah pukul 06.00 dan kembali menjelang malam. Mereka selalu membawa tas ransel besar. ”Sering juga tegur sapa, tapi saya tidak kenal mereka satu persatu,” ucap Reny saat diperiksa Kombes Nurochman.

    Adapun rumah di Jalan Pulau Sari 12 disewa oleh seorang penjual bakso ikan keliling. Warga sekitar tidak banyak mengenal penyewa rumah itu. Setiap berangkat berjualan si penyewa selalu menyapa dan istrinya mengenakan cadar hitam.

    Empat orang terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 bersama aparat Polda Lampung, diduga telah melakukan perampokan Bank Perkreditan Rakyat Pringsewu pada 22 April 2013 lalu.

    Dua orang ditangkap di Jalan Yos Sudarso, Panjang, Bandar Lampung, Kamis malam, 9 Mei 2013. Satu orang diciduk di Desa Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Jumat pagi, 10 Mei 2013. Sedangkan seorang lagi ditangkap di Desa Karanganyar, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan. ”Semuanya bukan warga Lampung. Mereka diduga masih terkait aksi perampokan BRI Pringsewu beberapa waktu lalu,” ucap Kapolda Heru Winarko.

    Heru menjelaskan, Faisal alias Pai bersama seorang rekannya ditangkap saat potong rambut di Tukang Cukur Harmoni, dekat Hotel Swadek, Panjang, Bandar Lampung, pada Kamis, 9 Mei 2013 sekitar pukul 22.30 WIB. Sedangkan Sholihin ditangkap saat lari pagi di Desa Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Namun Heru enggan menjelaskan identitas terduga teroris lainnya.

    NUROCHMAN ARRAZIE

    Topik Terhangat:
    Penggerebekan Teroris |
    E-KTP | Vitalia Sesha & Wanita-wanita Fathanah | Cinta Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

    Berita Terpopuler
    Jumat Pagi Terjadi Gerhana Matahari

    Masih Heboh Foto Mesra Ariel ' Noah' dan Devi Liu 

    Nikahi Sefti, Ahmad Fathanah Mengaku Duda 

    Rooney Hapus 'Manchester United' dari Twitter-nya 

    Fathanah Ingin Hancurkan Citra PKS?


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.