KPK Periksa Ketua Importir Daging

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Ketua Asosiasi Importir Daging Indonesia Thomas Sembiring. Pemeriksaan itu terkait kasus suap izin kuota impor daging sapi dengan tersangka Maria Elizabeth Liman. ”Thomas diperiksa sebagai saksi terhadap MEL (Maria Elizabeth Liman),” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Senin, 6 Mei 2013.

    Kasus suap ini terungkap saat KPK menangkap Ahmad Fathanah, orang dekat Presiden Partai Keadilan Sejahtera saat itu Luthfi Hasan Ishaaq, di Hotel Le Meredien, Jakarta, pada 29 Januari lalu. Fathanah diduga menerima duit Rp 1 miliar dari direktur dan pemilik PT Indoguna Utama selaku importir daging, yaitu Juard Effendi dan Arya Abadi Effendi.

    Duit itu rencananya diberikan kepada Luthfi guna mendapatkan kuota impor daging. Saat itu, KPK juga mencokok Juard dan Arya. Esoknya, mantan Presiden PKS itu ditangkap komisi. Belakangan, KPK juga menyematkan status tersangka pada Direktur Utama Indoguna, Maria Elizabeth Liman

    Seusai diperiksa, Thomas mengatakan ditanyai seputar perkenalannya dengan Maria Elizabeth. ”Saya ditanya kenal dengan Elizabeth atau tidak, saya bilang kenal,” ujar Thomas. Dia mengenal Elizabeth karena tergabung dalam asosiasi. Dia mengatakan, PT Indoguna perusahaan yang sudah puluhan tahun bergerak dalam impor daging sapi. ”Dia bukan perusahaan baru untuk impor daging,” kata Thomas.

    Namun dia mengaku tidak ditanya soal masalah kartel daging sapi. "Apa pula kaitannya itu? Itu kan urusannya Komisi Pengawas Persaingan Usaha, bukan KPK." Dia membenarkan adanya penambahan kuota impor daging sapi setiap tahunnya. ”Tapi itu kan keputusan dari Menteri Perekonomian, bukan langsung Menteri Pertanian,” ujar dia. Menurut Thomas, kuota impor daging pernah ditambah sekitar 7.000 ton pada 2012 lalu.

    SUBKHAN



    Topik Terhangat:
    Pemilu Malaysia
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg

    Baca juga:
    Ini Motif Perbudakan Buruh Panci di Tangerang

    Massa Bakar Al-Quran di Masjid Jemaat Ahmadiyah

    Ini Kata Dubes Inggris Soal Kantor OPM di Oxford

    Anwar Ibrahim Berkicau Menangkan Pemilu Malaysia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.