Minggu, 25 Februari 2018

Wakil Bupati Bondowoso Golput

Oleh :

Tempo.co

Senin, 6 Mei 2013 16:14 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Bupati Bondowoso Golput

    ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Bondowoso - Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Haris Sonhaji, tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso yang berlangsung Senin, 6 Mei 2013. Hingga batas akhir pencoblosan pukul 13.00 WIB, Haris tidak muncul di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 05 Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang. "Sampai batas terakhir, beliau tidak datang menggunakan hak pilihnya," ujar Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) 05 Halik Arifanto.

    Haris secara terang-terangan mengatakan dirinya bersikap golput. "Saya memang tidak nyoblos. Pilkada ini sejak awal cacat," katanya ketika dimintai konfirmasi oleh Tempo ihwal alasannya tidak mencoblos.

    Menurut Haris, sikap golput diambilnya bukan semata-mata karena dirinya tidak lolos verifikasi sebagai calon bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Februari 2013 lalu. Namun, perkembangan politik menjelang Pilkada tidak sehat. "Percuma saja saya nyoblos. Semua sudahdiatur untuk memenangkan inkumben. Tapi konyolnya, KPU masih meneruskan proses Pilkada," ucapnya.

    Haris menegaskan, dirinya tidak takut risiko atas sikap golputnya itu. Meskipun sebagai pejabat publik, namun dia menyatakan ingin memberi pelajaran politik bagi masyarakat. "Kalau saya nyoblos, justru membodohi masyarakat," katanya tegas.

    Hasil sementara perolehan suara hingga siang ini, khususnya di TPS 05, pasangan nomor urut 1, Mustawiyanto-Abdul Manan (MuNa), yang disebut-sebut sebagai calon ”boneka”, mendapat dukungan 74 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, yang juga inkumben Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja) meraup 109 suara. "Suara tidak sah sebanyak 74 suara," tutur Halik.

    Menurut Halik, di TPS 05 tercatat 512 pemilih. Namun yang hadir ke TPS cuma 256 orang.

    Sebelumnya diberitakan, proses Pilkada Bondowoso diwarnai banyak kejanggalan. Sejumlah pasangan dinyatakan gugur saat verifikasi, yakni pasangan Haris Sonhaji-Hariamas (Harisma); Soeroso-Darmaji (Soma); Bakhtiar Lutfi-KH. Saiful Rijal (Bisa). Karena hanya tersisa satu pasangan, yakni Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja), lalu muncul duet Mustawiyanto-Abdul Manan (MuNa).

    MAHBUB DJUNAIDY


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.