Pastor Gagalkan Pemberangkatan TKI Ilegal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). TEMPO/ Dimas Aryo

    Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). TEMPO/ Dimas Aryo

    TEMPO.CO, Kupang - Pemberangkatan lima orang wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dipekekerjakan sebagai tenaga kerja ilegal di Batam, digagalkan seorang pastor, Pater Paul Rachmat, SVD. Hari ini, Senin, 6 Mei 2013, mereka dikembalikan ke Kupang.

    Pater Paul Rachmat, SVD, adalah seorang pastur yang tergabung dalam Justice, Peace and Integrity Creasion (JPIC) Serikat Sabda Allah (SVD Societas Verbi Divini), organisasi para pastoral di Kupang, NTT.

    Lima TKI ilegal, yang semuanya wanita, adalah Florentina Nahak, 20 tahun, Yustina Feto (18), Willcah Seo Sae (30), Yuli Merry (49), dan Natalia Manubulu, 19 tahun.

    Koordinator JPIC SVD Timor Pater Piter Bataona menjelaskan, kasus lima TKI ilegal itu diketahui Sabtu, 4 Mei 2013. Saat itu, Pater Paul Rachmat, SVD, sedang dalam penerbangan dari Kupang menuju Jakarta, menggunakan pesawat Lion Air.

    Pater Paul mencurigai kelima orang wanita tersebut. Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, masalah tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian di Cengkareng. Mereka pun tidak memliki dikumen keimigrasian, termasuk paspor. Diduga, setekah di Batam, mereka akan diberangkatkan ke luar negeri.

    Setelah menjalani proses pemeriksaan, mereka dipulangkan ke Kupang oleh Kementerian Sosial. "JPIC memiliki kepedulian terhadap berbagai masalah, termasuk TKI ilegal, karena ini mewrupakan masalah kemanusiaan," katanya, Senin, 6 Mei 2013.

    Salah seorang TKI ilegal, Yuli Merry, menjelaskan bahwa mereka direkrut oleh Daniel Sabon dari PT Tugas Mulia yang bermarkas di Kelurahan Oesao, Kabupaten Kupang. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan sebagai TKW di Batam dengan upah Rp 900 ribu per orang per bulan.

    Menurut Yuli, dia dan kawan-kawannya dikirim ke Jakarta tanpa pengawalan. Setiba di Jakarta akan dijemput seseorang yang sekaligus mengatur pemberangkatan mereka ke Batam. "Perusahaan juga siapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk proses pemberangkatan kami ke Batam," ujarnya.

    Para TKI ilegal tersebut, saat ini ditampung di Biara Bruder Gregorius (BBG) Kupang untuk sementara waktu. Selanjutnya mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

    YOHANES SEO



    Topik Terhangat:
    Pemilu Malaysia
    | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg


    Baca juga:

    Saling Pecat Di Tubuh Kadin Indonesia

    Ekspor Gas Rugikan Negara

    Bank BUMN Perlu Dimerger

    Bakrie Telecom Merugi Rp 97,47 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.