Massa Bakar Al-Quran di Masjid Jemaat Ahmadiyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah Ahmadiyah beribadah di Masjid Almisbah sebelum dilaksanakan penyegelan di Jalan Terusan Pangrango, Jatibening 2, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/2). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Jemaah Ahmadiyah beribadah di Masjid Almisbah sebelum dilaksanakan penyegelan di Jalan Terusan Pangrango, Jatibening 2, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/2). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Tasikmalaya -Selain di Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, massa tak dikenal juga membakar masjid dan rumah milik jemaat Ahmadiyah di Cipakat, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu dinihari pukul 03.30 WIB. Bahkan, massa membakar Al-Quran di masjid Ahmadiyah tersebut.

    Diduga, seusai merusak masjid di Tenjowaring, massa melanjutkan perusakan ke masjid Ahmadiyah di Singaparna. "Massa ratusan orang mengendarai sepeda motor. Saat itu, saya sedang meronda. Di rumah hanya ada ibu saya sendirian," kata Asep Rahmat Ali, pemilik rumah yang dirusak massa saat ditemui di lokasi, Minggu pagi, 5 Mei 2013.

    Dia menjelaskan, begitu tiba di lokasi perusakan, massa langsung menyebar. Ada yang merusak masjid dan rumah miliknya. Massa merusak kaca rumah dan masjid. Bahkan, massa mencoba membakar masjid, dan karpet masjid. "Itu Al-Quran juga dibakar, tapi hanya cover depannya yang kebakar," kata Asep.

    Saat kejadian, Asep melanjutkan, lampu rumahnya dalam keadaan mati. Ternyata massa merusak kabel listrik ke rumahnya. "Baru tahu tadi pagi, saat kejadian tidak mengira listrik diputus," ujar Asep.

    Sesepuh Ahmadiyah di Cipakat, Argadiraksa, menjelaskan, semua kaca di rumah dan masjid Ahmadiyah pecah. Selain kaca, televisi dan perabotan rumah juga dirusak. "Lihat saja, bahkan kusennya juga rusak," kata Argadiraksa.

    Menurut dia, seorang pemilik rumah bernama Mamah, 80 tahun, beberapa saat sebelum kejadian dievakuasi polisi. Polisi membawa Mamah ke tempat aman. "Bu Mamah sendirian, anaknya (Asep) lagi ngeronda. Mungkin gara-gara dievakuasi, massa makin ngamuk," ujar Argadiraksa.

    Dia melanjutkan, sebelum kejadian itu ada pesan pendek dari polisi yang meminta agar jemaat Ahmadiyah waspada. "Polisi minta kami tidur di kamar belakang,".

    Pantauan Tempo, bau bensin masih tercium di sekitar masjid. Selain itu, dinding di sebelah mimbar gosong. Karpet yang gosong juga berserakan di halaman masjid.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.