Senin, 16 Juli 2018

Menlu Marty Protes Keras Ada Kantor OPM di Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa. TEMPO/Subekti

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta—Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memprotes dengan keras pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka atau Free West Papua Organization di Kota Oxford, Inggris. Indonesia mengaku keberatan dengan pembukaan kantor itu, apalagi peresmian markas tersebut dilakukan oleh Wali Kota Oxford Moh Niaz Abbasi.

    "Atas instruksi kami, Dubes Indonesia di London telah menyampaikan posisi pemerintah tersebut kepada Pemerintah Inggris," ujar Marty dalam rilis resmi kementerian yang diterima Tempo, Sabtu, 4 Mei 2013. Langkah serupa juga bakal ditempuh terhadap Duta Besar Inggris untuk Indonesia Mark Canning yang bertugas di Jakarta.

    Kementerian menilai pembukaan kantor tersebut tidak sejalan dengan hubungan persahabatan Indonesia-Inggris yang selama ini sudah terjalin. Bahkan pemerintah Inggris pun, selama ini mendukung integritas wilayah Indonesia termasuk di dalamnya Papua dan Papua Barat sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Lihat: OPM Dirikan Kantor Perwakilan Parlemen di Inggris)

    Pembukaan kantor tersebut juga betolak belakang dengan pandangan masyarakat internasional yang secara tegas mendukung Indonesia. “Perkembangan ini menunjukkan keputusasaan pihak separatis menghadapi kenyataan,” kata Marty. Pemerintah Inggris pun sudah menyampaikan tanggapannya melalui Kedutaan Inggris di Jakarta, atas pembukaan kantor perwakilan OPM di Oxford. Inggris menegaskan kembali sikapnya yang tidak mendukung kemerdekaan Papua dan Papua Barat dari Indonesia.

    Keputusan pembukaan kantor perwakilan OPM merupakan murni kebijakan Dewan Kota Oxford. Langkah itu tidak mencerminkan kebijakan politik luar negeri Inggris. Keputusan Dewan Kota Oxford, menurut pemerintah Inggris, tidak akan mempengaruhi sikap Inggris atas masalah Papu dan Papua Barat.

    Pemerintah Indonesia juga berharap agar Inggris bisa konsisten dan nyata menunjukan kebijakannya untuk tidak mendukung tindakan apapun terkait separatisme Papua. “Sesuai dengan hubungan bersahabat Indonesia-Inggris serta sejalan dengan pandangan masyarakat internasional terkait integritas wilayah NKRI,” kata Marty yang manatan Duta Besar Indonesia untuk Inggris ini.

    Sebelumnya, Organisasi Papua Merdeka resmi membuka kantor di Oxford Inggris. Pembukaan kantor itu dihadiri oleh anggota parlemen Inggris Andrew Smith, Walikota Oxford Moh Niaz Abbasi, mantan Walikota Oxford Elise Benjamin dan koordinator Free West Papua Campaign (FWPC) Benny Wenda.

    Hadir pula pemain rugby nasional Papua New Guinea Paul Aiton, Jennifer Robinson dan Charles Foster dari kelompok pengacara internasional untuk Papua Barat, mahasiswa Universitas Oxford, warga Papua di Belanda dan pendukung Papua Merdeka di Inggris.

    SUBKHAN


    Topik terhangat:
    Susno Duadji
    | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional


    Baca juga:

    Rayakan Hari Integrasi, Warga Papua Minta Merdeka


    Ada Kantor OPM di Oxford, Dubes Inggris Dipanggil
    Susno Duadji Menyerahkan Diri di Cibinong
    Begini Susahnya Melacak Susno Versi Mabes Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Pertandingan Final Piala Dunia 2018 Prancis dan Krosia

    Setelah 62 pertandingan dan 161 gol, tiba saatnya perebutan tempat ketiga dan pertandingan Final Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Prancis.