KPK Dalami Wanita Lain Penerima Duit Fathanah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayu Azhari memberi keterangan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Ahmad Fathanah terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang rekomendasi kuota impor daging sapi (1/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ayu Azhari memberi keterangan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Ahmad Fathanah terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang rekomendasi kuota impor daging sapi (1/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pendalaman atas keterlibatan wanita-wanita lain penerima aliran dana dan hadiah dari tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah. Sebelumnya, KPK sudah memanggil pesinetron Ayu Azhari terkait dugaan aliran uang dari Fathanah.

    "Ini masih kami kembangkan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi S.P., Jumat, 3 Mei 2013. Dia tidak menampik jika nantinya Komisi memanggil pesohor ataupun perempuan lain yang pernah menerima duit kawan dekat bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu

    Johan juga mengumumkan bahwa Ayu Azhari mengembalikan duit dari Fathanah senilai Rp 20 juta dan US$ 1.800 atau sekitar Rp 18 juta. "Uang itu sebagai panjer kalau dia manggung," kata Johan.

    Selain itu, KPK juga menyita mobil Honda Jazz bernomor B 15 VTA atas nama Andi Novitasari. Mobil berwarna putih itu kini sudah terparkir di Gedung KPK. "Disita sejak kemarin," kata dia.

    Sumber Tempo menyebutkan, masih ada beberapa wanita lain yang diduga menerima aliran uang dari Ahmad Fathanah. Namun, KPK sendiri belum menjadwalkan pemanggilan terhadap perempuan-perempuan tersebut.

    Kasus suap impor daging sapi terungkap saat komisi antikorupsi menangkap orang dekat bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, di Hotel Le Meredien, Jakarta, pada 29 Januari lalu. Fathanah diduga menerima duit Rp 1 miliar dari Direktur dan pemilik PT. Indoguna Utama selaku importir daging, yaitu Juard Effendi dan Arya Abadi Effendi.

    Duit itu rencananya akan diberikan kepada Luthfi guna mendapatkan kuota impor daging. Saat itu, KPK juga mencokok Juard dan Arya. Esoknya, mantan anggota DPR itu ditangkap KPK. Belakangan KPK juga mengusut dugaan pidana pencucian uang yang dilakukan Luthfi dan Fathanah.

    SUBKHAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.