Demo Hardiknas Ricuh, Mahasiswa Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bentrokan. ANTARA/Seno S.

    Ilustrasi bentrokan. ANTARA/Seno S.

    TEMPO.CO, Makassar - Demonstrasi peringatan Hari Pendidikan Nasional di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, berujung ricuh, Kamis, 2 Mei 2013. Bentrokan tak terhindarkan waktu mahasiswa pengunjuk rasa berhasil merusak gerbang pagar kantor gubernur dan melempari petugas keamanan dengan batu. Bahkan, mahasiswa melemparkan bom molotov ke pos keamanan di dekat gerbang.

    Dari pantauan Tempo, demontrasi diawali dengan orasi. Setidaknya ada 50 mahasiswa dari berbagai elemen organisasi memprotes sistem pendidikan nasional yang menurut mereka kacau-balau. Mereka juga menuntut bertemu dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo.

    Tak juga bertemu dengan Syahrul, mahasiswa melempari aparat polisi yang membentuk blokade. Menghadapi serbuan mahasiswa, polisi dan Satuan Pamong Praja balik menyerang dengan gas air mata dan pentungan. Akibatnya, saling lempar batu pun tak terelakkan. Mahasiswa yang kalah jumlah lari berhamburan keluar.

    Polisi dan Satpol PP juga mengamankan belasan mahasiswa yang diduga pelaku pelemparan. Satu orator mahasiswa, Wawan, ikut diamankan dalam kantor gubernur. Namun, berapa jumlah persis pemrotes yang dibekuk, polisi masih mendatanya.

    Mengetahui rekannya tertangkap, mahasiswa kembali dengan jumlah lebih banyak. Mereka kembali melemparkan batu ke arah petugas di dalam kantor. Namun, petugas tidak menggubrisnya. Polisi baru bertindak setelah mahasiswa melempari pos keamanan dengan molotov.

    "Ada tiga kali pelemparan. Jumlah molotov lebih dari enam," kata Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Makassar Ajun Komisaris Besar Toto Lisdiarto. "Kita terpaksa membubarkan mereka."

    Akibat pelemparan molotov itu, pos pengamanan di halaman kantor nyaris terbakar. Akan tetapi, petugas cepat memadamkan api. Sementara, beberapa sisi pagar kantor nyaris roboh akibat dorongan para mahasiswa. "Awalnya kami menurunkan 165 personel pengendali massa dari polrestabes. Kini jumlah ditambah dengan dua kompi Brimob Polda Sulselbar," kata Toto.

    AAN PRANATA

    Topik Terhangat
    Harga BBM | Susno Duadji | Gaya Sosialita | Ustad Jefry | Caleg

    Terpopuler:

    Tiga Isu Negatif Terkait Akun @SBYudhoyono
    Ayu Azhari: Saya Korban Janji Ahmad Fathanah
    MA: Putusan Susno Tak Perlu Perintah Penahanan  
    Diminta Cari Susno, Kopassus: Bukan Tugas Kami  
    Kolonel Nyabu, KSAL Marah Besar

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.